PKS Kecewa Gus Yahya ke Israel

Iklan Advertisement
Majelissirah.com -Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPR RI, Jazuli Juwaini menyesalkan Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Yahya Cholil Staquf memenuhi undangan Zionis-Israel, menjadi pembicara dalam Acara AJC (American Jewish Comittee) Global Forum di Yerusalem, Israel, Minggu (10/6).

Jazuli mengungkapkan, hal tersebut dinilainya tidak sensitif terhadap perjuangan rakyat Palestina yang totalitas didukung oleh pemerintah dan rakyat Indonesia sebagai amanat UUD 1945.

“Saya sungguh menyesalkan penerimaan undangan itu atas dalih apapun. Apalagi dilakukan oleh pejabat sekelas Watimpres. Sungguh sikap pribadi yang tidak sensitif atas totalitas dukungan pemerintah dan rakyat Indonesia atas perjuangan Palestina,” ungkapnya kepada para wartawan, Selasa (12 Juni 2018.

Jazuli mengingatkan kejahatan kemanusiaan yang telah lama dilakukan oleh Israel, khususnya kepada warga Palestina.

“Israel terbukti menjajah dan melakukan pembantaian terhadap rakyat Palestina selama puluhan tahun. Israel juga mengabaikan puluhan resolusi PBB,” tutupnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid  melalui akun Twitter @hnurwahid yang ia tuliskan pada Senin (11/6/2018) menilai kunjungan Yahya menjadi pembicaraan publik dan menuai kontroversi.

Hidayat Nur Wahid menilai jika kunjungan Gus Yahya itu bermanfaat untuk Palestina maka, ia memprediksi jika kunjungan itu banyak orang yang mendukung, termasuk Palestina.

Namun, Hidayat menilai jika acara AJC itu justru menguntungkan Zionis-Israel, sehingga Palestina kecewa dengan Indonesia. Hidayat menyebut jika acara tersebut tidak berdampak pada Palestina.

Bahkan, Hidayat mengaku menyimak isi pembicaraan Gus Yahya, yang mengaku membela Palestina, namun sayangnya, Gus Yahya tidak mengikuti sikap Bung Karno.

“Seandainya kehadiran Gus Yahya bermanfaat untuk Palestina,tentu didukung Palestina.Tapi tidak. Mrk sudah khatam laku yahudi yg puluhan thn jajah Palestina, tanpa kenal kasih&keadilan spt diharapkan olh Gus Yahya. AJC plintir kunjungan itu unt keuntungan israel, bukan unt Palestina"

"Karena The AJC yg beri forum unt Yahya, adalah Organisasi Yahudi Radikal yg bertujuan al :”advocating for peace and security for israel”. Maka standing position mrk jelas unt israel, bukan unt Palestina. Israelpun bergembira dg kunjungan yg untungkan mrk,tapi Palestina kecewa."

"Saya sudah buka linknya, dan saya simak dari awal hingga akhir, saya tak dapatkan pernyataan Gus Yahya,yg kalau diterjemahkan ke dlm bhs Indonesia bermakna :”Saya berdiri disini unut Palestina”. Jadi pertanyaan saya : dimana pernyataan tsb? Knp nggak ikuti sikap Bung Karno saja?” tulis Hidayat Nur Wahid.

Sementara itu, melalui website resmi Nahdatul Ulama, tujuan Gus Yahya tersebut didasari atas kedaulatan Palestina yang harus dihormati di Israel.

“Saya berdiri di sini untuk Palestina, saya berdiri di sini atas dasar bahwa kita semua harus menghormati kedaulatan Palestina sebagai negara merdeka,” tegas Yahya, Ahad (10/6) saat dikonfirmasi NU Online.

Yahya juga menjelaskan perihal peran NU bagi keberlangsungan kehidupan sebuah bangsa di level global. Hal ini merupakan salah satu usaha untuk meneruskan perjuangan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) di sejumlah negara untuk mewujudkan perdamaian dunia, termasuk kemerdekaan rakyat Palestina.

Yahya juga menambahkan bahwa solusi perdamaian di Timur Tengah maupun di belahan dunia manapun adalah dengan kasih dan peduli terhadap sesama manusia.

Jika kasih dan rasa peduli bisa diterapkan, maka keadilan akan tercipta. Namun, rilis yang beredar dari hamas.ps, pihaknya mengatakan jika mereka bersama dengan orang-orang Palestina mengecam keras berita  Yahya mengunjungi Badan Zionis tersebut.

Pihaknya mengatakan selama ini mereka menghargai sikap bersejarah Indonesia dalam mendukung hak-hak rakyat Palestina dan perjuangan mereka untuk kebebasan dan kemerdekaan. Namun, tindakan Gus Yahya ini, membuat mereka merasa kecewa.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "PKS Kecewa Gus Yahya ke Israel"

Post a Comment