Awasi No HP dan Medsos Mahasiswa, Bang Rudi: Menteri Terlalu Reaksioner

Iklan Advertisement
Majelissirah.com -Upaya Menristekdikti Mohammdad Nasir yang akan melakukan monitoring nomor handphone dan Medsos Mahasiswa bahkan dosen dan tenaga pendidikan, dinilai terlalu reaksioner dalam menanggulangi radikalisme dan terorisme.

Hal itu disampaikan Wakil Ketua DPD PKS Kota Medan, Rudiyanto Simangunsong, kepada Majelissirah, Senin 11 Juni 2018 di Medan.

"Ada sekitar 7,5 juta mahasiswa, 300 ribu dosen dan 200 ribu tenaga pendidikan di seluruh Indonesia.Sehingga ada 8 juta yg mesti diawasi. Tentu berat sekali utk mengawasi itu semua. Padahal Kemenristekdikti masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan terkait pendidikan tinggi negeri ini, kenapa tidak memaksimalkan kemampuan internal kampus seperti bidang kemahasiswaan, mereka harus proaktif," ujar Bang Rudi, sapaan akrabnya.

Rudi juga sepakat dengan pendapat Agus Supono Dosen Ilmu Hukum Univ.Al Azhar Indonesia (UAI) yang menilai bentuk pengawasan seperti ini terlalu berlebihan.

"Pemerintah fokus menanamkan nilai-nilai toleransi dalam menangkal radikalisme di PT-PT. Penanaman nilai toleransi dan Pancasila bisa diintegrasikan dalam berbagai kurikulum, baik yang berbasis agama, pendidikan kewarganegaraan maupun mata kuliah lainnya sesuai program studi, serta kegiatan akademik. Itu bisa lebih efektif dlm menangkal faham radikalisme," nilai sosok yang dekat dengan komunitas anak Muda ini

Rudi berharap dalam penanganan masalah radikalisme dan terorisme di kalangan kampus dapat lebih soft dan lebih edukatif.

"Kita menghargailah upaya pemerintah untuk hal tersebut tetapi juga perlu dilakukan upaya yang lebih mengedepankan edukasi," tandasnya.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Awasi No HP dan Medsos Mahasiswa, Bang Rudi: Menteri Terlalu Reaksioner"

Post a Comment