Tukang Becak Pun Didatangi Polisi Akibat Terpal Becak dengan Hastag #2019GantiPresiden

Iklan Advertisement
Majelissirah.com -Hastag #2019GantiPresiden. Inilah ungkapan masyakat Indonesia yang marak belakangan ini karena kecewa dengan kebijakan pemerintah yang mana diwujudkan mulai dari sablon baju hingga membuat spanduk sebagai atap becak.

Namun, tak semudah yang dibayangkan. Indonesia negeri yang terkenal dengan demokratis sejak masa Reformasi kini hanyalah lisan semata. Pendapat tak didengar lagi bahkan sudah tak berhak karena dibungkam.

Hal inilah yang dialami seorang tukang becak, Supriadi.  Saat berada di Jalan Cengkeh Turi, Kec. Binjai Utara, Supriadi didatangi oleh oknum polisi dari Polres Binjai atas dasar penggunaan spanduk bertuliskan #2019GantiPresiden hingga membuat becak ingin disita. Padahal Supriadi hanya menyuarakan hak suaranya. Namun beginilah negeri kita saat ini. Semua dibungkam, rakyat kecil ditindas padahal ketika dulunya rakyat kecil pula yang dijanjikan segala sesuatunya.

Hal itu yang membuat Ketua DPD PKS Kota Binjai, Fitra Syansurizal, mengecam tindakan oknum Polisi tersebut.

"Saya sangat menyayangkan peristiwa tersebut. Padahal KPU dan Bawaslu menyatakan hal itu legal, tapi mengapa ada upaya-upaya semacam itu?" tegasnya, Jumat (20/4) sebagaiman dilansir RmolSumut.

KPU dan Bawaslu sendiri sudah mengatakan bahwa ini tidak melanggar apapun. Toh tidak anarkis, dan ini murni keluh kesah  masyarakat Indonesia. Sebagaimana diungkapkan Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera

"Kita harus ganti presiden yang sekarang dengan pemimpin yang lebih baik. Yang bersama rakyat untuk memajukan Indonesia bukan hanya saat kampaye saja melainkan sampai seterusnya," ungkap Mardani beberapa waktu lalu.

Fitra menegaskan bahwa Indonesia ini negara Demokratis, kebebasan berpendapat itu hal lumrah. Lagi pula sudah sepantasnya masyarakat Indonesia mengkoreksi kinerja Presiden selama ini. Jangan sedikit-sedikit menangkap rakyat yang protes, tapi benahi apa masalah yang membuat hal demikian.

"Indonesia ini kan negara demokrasi, dan demokrasi yang kami inginkan adalah kompetisi yang sehat dan menyenangkan, bukan kompetisi yang menghalalkan segala cara dan menakutkan,  yg saya pahami Polisi adalah alat negara, bukan alat penguasa," sambung Fitra dengan tegas.

Lebih lanjut di katakannya, untuk selanjutnya pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak pihak terkait dan struktur Partai.

"Harapannya hal seperti ini tidak terulang lagi," pungkasnya.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Tukang Becak Pun Didatangi Polisi Akibat Terpal Becak dengan Hastag #2019GantiPresiden"

Post a Comment