Pertemuan Presiden dengan alumni 212, Masri : Harus Stop Kriminalisasi Ulama

Iklan Advertisement
Majelissirah.com - Pertemuan Tim 11 Alumni 212 dengan Presiden dalam perspektif dakwah itu bagus-bagus saja. Hal itu disampaikan Ketua Umum Gerakan Islam Pengawal NKRI, Masri Sitanggang, Kamis (26/4/2018) di Medan.



"Kalau dalam perspektif dakwah, pertemuan itu bagus-bagus saja. Akan tetapi, itu berpulang tergantung bagaimana sikap mental ummat Islam," ujarnya.

Ia mengibaratkan ibarat dalam pertempuran, sehebat apapun perang, diplomasi tetap diadakan. Pertemuan itu dinilai Ketua Panitia Kongres Ummat Islam Sumut itu bisa jadi merupakan bagian dari diplomasi.

"Para aktivis jangan sampai menilai wah para ulama udah berubah haluan karena bertemu dengan Jokowi," ujarnya.

Justru komunikasi itu diperlukan sebagai bentuk upaya meminta pemerintah stop kriminalisasi kepada ulama.

"Ayo bersama benahi negeri ini.  Pemerintah pun tidak akan bisa berjalan dengan baik jika dalam keadaan terus menerus seperti ini (adanya kriminalisasi terhadap ummat Islam). Keadaan ini kontra produktif dan akan menbahayakan bangsa," ujarnya.

Masri mengingatkan bahwa ummat Islam adalah Mayoritas di negeri ini dan punya prinsip sendiri dalam membela bangsa ini.

"Pemerintah harus memahami Islam dan mari kita bangun dengan pemahaman islam itu. Begitulah Indonesia mau dibangun," ujar Masri.

Makna silaturahim itu memperkuat ukhuwah. Dan ukhuwah itu terbentuk atas dasar akidah. Sehingga Presiden harus melihat Alumni 212 sebagai saudara. Senasib sepenanggungan.

"Stop kriminalisasi terhadap HRS, Alfian Tanjung dan tokoh Islam lain," pungkasnya.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Pertemuan Presiden dengan alumni 212, Masri : Harus Stop Kriminalisasi Ulama"

Post a Comment