Masjid di Kota Medan dan Jenis-Jenisnya

Iklan Advertisement
Majelissirah.com -Ketua Forum Silaturahim BKM Kota Medan Prof Dr Abdullah M.Si mengungkapkan bahwa Kota Medan dapat julukan sebagai kota seribu masjid.

Dalam tulisannya yang dimuat di WaspadaMedan, (14/2/2018) lalu ia menjelaskan bahwa Berdasarkan data Kantor Kementerian Agama Kota Medan 2016 terdapat 1.056 masjid di kota ini. Jumlah tersebut berada pada 21 kecamatan dan tersebar pada 151 kelurahan.

Sementara itu, Masjid di kota Medan ditinjau dari sisi pembangunan dapat diklasifikasi lima kategori.

Pertama, masjid yang dibangun dan dikelola masyarakat. Inilah masjid yang terbanyak jumlahnya.

Kedua, masjid yang dibangun dan dikelola oleh organisasi tertentu, seperti Masjid Taqwa yang dikelola oleh organisasi Muhammadiyah.

Ketiga, masjid perkantoran, seperti masjid di kantor Wali Kota Medan, masjid Al-Amanah Gedung Keuangan Negara dan masjid kantor-kantor lainnya.

Keempat, masjid kampus yang didirikan civitas akademika, seperti Masjid Dakwah USU, Masjid Baiturrahman Unimed dan Masjid Ulul Albab dan Al-Izzah UINSU Medan.

Kelima, masjid yang dibangun pribadi dan pengelolaannya oleh keluarga atau diserahkan kepada masyarakat.

Guru Besar UIN Sumut itu juga menerangkan bahwa dari sisi pengelolaan, masjid-masjid di Kota Medan dapat diklasifikasikan kepada tiga kelompok.

Pertama, masjid yang dikelola secara profesional dengan manajemen modern. Masjid tersebut memiliki fasilitas yang lengkap, pengurus Badan Kemakmuran Masjid (BKM) yang mumpuni, keuangan masjid yang surplussehingga mampu menggaji atau menghargai jasa pengelola dan pihak-pihak yang bekerja secara full time. Masjid dalam kategori ini antara lain Masjid Agung, Masjid Raya Al-Ma’shun, Masjid Musabbihin Taman Setia Budi Indah, Masjid Al-Jihad, Masjid Raya Aceh Sepakat, masjid Al-Musannif dan beberapa masjid lainnya.

Kondisi keuangan masjid yangsurplus, maka BKM dapat merencanakan program jangka pendek dan jangka panjang. Ciri lainnya masjid tersebut memiliki jamaah shalat lima waktu (rawatib) yang banyak. Program pengajian dengan pembidangan kajian yang jelas, sehingga menarik para jamaah.

Kedua, masjid dengan kategori aktif. Kelompok masjid dalam kategori ini, sudah aktif dan teratur dalam pelaksanaan shalat lima waktu dan pengajian rutin. Namun kualitas dan kuantitasnya masih ditemukan sisi kekurangan.

Selain itu sarana dan prasarana masih belum lengkap, manajemen masjid belum sepenuhnya berjalan. Pada sisi lain keuangan masjid telah mampu membiayai kebutuhan-kebutuhan program utama masjid. Pengurus BKM masjid sebagian besar aktif, namun pengembangan program masih terbatas. Masjid kategori ini umumnya berada di pusat kota.

Ketiga, masjid tidak aktif. Selain sarana dan prasarana yang masih kurang, biasanya masjid kategori ini BKM hanya satu dua orang saja yang berperan. Manajemen masjid tidak berjalan, hal ini terlihat kurangnya perencanaan dan tidak ada pengembangan program masjid.

Selain itu, keuangan masjid sangat terbatas dan tergantung pada infak hari Jumat saja dan hanya bisa untuk membayar transportasi khattib. Imam shalat tidak ditetapkan secara ketat dan pengajian rutin belum berjadwal dengan baik. Masjid kategori ini perlu pemberdayaan BKM dan jamaah guna membangun semangat mengelola dan memakmurkan masjid.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Masjid di Kota Medan dan Jenis-Jenisnya"

Post a Comment