Larang Qurban dan Jumatan, PT Sariyunika Jaya Dilapor ke MUI

Iklan Advertisement


Majelissirah.com -Dugaan tindakan penodaan dan penistaan agama terjadi di perusahaan bernama PT. Sariyunika Jaya yang berlokasi di Jalan Leuwigajah, Kota Cimahi, Jawa Barat. Dugaan penodaan agama tersebut dilakukan oleh Oey Han Bing terhadap Oey Huei Beng dan 9 (Sembilan) orang karyawan PT. Sariyunika Jaya, karena telah menghalang-halangi orang lain untuk menjalankan agamanya.


Sebagaimana dilansir Islampos, Komisi Hukum dan Perundang-undangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) menerima pengaduan terkait penisataan atau penodaan agama itu, Selasa (3/4/2018).
Wakil Ketua Komisi Hukum MUI Ikhsan Abdullah mengatakan, akibat kasus tersebut banyak karyawan kehilangan pekerjaan hanya karena telah menjalankan ibadah qurban dan shalat Jumat di perusahaan Oey Han Bing.

“Direktur PT. Sariyunika Jaya dengan saudara Oey Han Bing telah melakukan penistaan atau penodaan agama terhadap agama Islam terhadap sembilan karyawan,” ujarnya kepada di Gedung MUI, Jakarta Pusat, Selasa (3/4/2018).

Ikhsan menambahkan, peristiwa ini merupakan tindakan pelanggaran hukum yang serius karena negara menjamin kebebasan beragama, tegas dalam pasal 29 kalau ada yang menghalangi jelas pelanggaran serius.

Sebelumnya diinformasikan bahwa Oey Han Bing melarang adanya pelaksanaan penyembelihan hewan qurban di area perusahaan PT. Sariyunika Jaya, selain itu juga melarang keluarga Oey Huei Beng untuk melaksanakan shalat jum’at berjamaah di dalam area perusahaan.

Peristiwa ini terjadi pada hari raya Iedul Adha 1438 H tepatnya pada tanggal 1 September 2017 lalu. Oey Huei Beng beserta suaminya Albert Wijaya dan anaknya Arnold melaksanakan qurban dengan menyembelih seekor sapi/lembu di PT Sariyunika Jaya, yang kemudian daging hasil hewan qurban tersebut dibagi-bagikan kepada seluruh karyawan PT Sariyunika Jaya.

Adapun pelapor kasus ini ialah Oey Huei Beng alias Mei-mei yang  merupakan mantan Komisaris PT Sariyunika Jaya.  Oey Huei Beng alias Mei-mei melaporkan kejadian tersebut ke Komisi Hukum dan Perundang-undangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang diterima oleh Wakil Ketua Komisi Hukum dan Perundang-undangan Brigjen (Purn) Anton Tabah dan Ikhsan Abdullah beserta jajaran lainnya.

“Dengan semena-mena, Direktur PT Sariyunika Jaya yaitu Oey Han Bing tidak terima atas adanya penyembelihan hewan qurban tersebut lalu memarahi beberapa orang karyawan yang menjadi panitia qurban, khusunya security/satpam,” ujar Oey Huei Beng alias Mei-mei di Gedung MUI, Jalan Proklamasi Jakarta Pusat, Selasa (3/4/2018).

Mei-Mei menekankan, penistaan/penodaan agama mulai terjadi ketika kemarahan Direktur PT. Sariyunika Jaya Saudara Oey Han Bing atas penyembelihan hewan qurban yang dilaksanakan di PT Sariyunika Jaya kemudian dilampiaskan kepada satpam/security perusahaan, dengan kata-kata:

“Kenapa kasih Oey Huei Beng dan Pak Albert Wijaya dikasih masuk ke perusahaan, kenapa orang potong qurban dikasih masuk?” kata Oey Han Bing.

Untuk diketahui Oey Huei Beng alias Mei-mei tidak lagi menjabat komisaris karena melaksanakan shalat jum’at berjamaah di dalam perusahaan yang kemudian dilarang Direktur PT. Sariyunika Jaya, Oey Han Bing.

Menerima laporan Mei-mei, Komisi Hukum dan Perundang-undangan Majelis Ulama Indonesia (MUI)  akan menindaklanjuti dengan memberikan rekomendasi ke pimpinan, karena tindakan ini pelanggaran terhadap konsititusi.


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Larang Qurban dan Jumatan, PT Sariyunika Jaya Dilapor ke MUI"

Post a Comment