KAMMI Medan: Rubah Mental dan Ganti Presiden Solusi Tenaga Kerja

Iklan Advertisement
Majelissirah.com -Menanggapi problematika negri ini terkhusus tentang tenaga kerja asing yang begitu banyak datang ke negeri ni,  menguasai segala sektor baik industri, teknologi,  pertanian, bahkan  mencoba masuk ke ranah politik. Bagi sebagian orang, ini adalah hal yg biasa karena mental terjajah belum hilang dari dalam diri setiap individu masyarakat. Akan tetapi hal ini tidak dapat dibiarkan.

Demikian disampaikan Ketua Humas Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Kota Medan Rendy Sutianda kepada Majelis Sirah, Rabu (25/4/2018) di Medan.

"Dalam tataran pendidikan saja kita selalu dididik untuk menjadi seorang pekerja bukan untuk mempekerjakan orang,  sehingga saat kita sudah menyelesaikan pendidikan kita berbondong bondong mencari pekerjaan
Di sisi lain pihak asing dan aseng mempunyai lapangan pekerjaan,  dengan modal itu mereka memperbudak kita,  perlahan tapi pasti tanpa kita sadari SDA dan SDM kita mulai di renggut asing dan aseng," ujar tokoh Pemuda Medan ini.

Ketika SDM  telah dikuasai asing dan aseng maka langkah selanjutnya bagi mereka, lanjuta Rendy adalah menguasai SDA,  karena mereka tidak memahami pemetaan SDA di indonesia maka SDM yang telah mereka kuasailah yang mereka arahkan untuk memetakan SDM tersebut sehingga mereka dengan mudahnya mendapatkan info dan tinggal melakukan negosiasi.

"Dengan membentuk pola fikir masyarakat bahwasanya hanya pihak asing yang dapat mengolah sumber daya alam indonesia,  maka pihak asing pun dengan sangat mudahnya menguasai SDA kita," lanjutnya.

Dampaknya adalah masyarakat indonesia mulai bergantung pada pihak asing dalam hal pekerjaan,  tanpa disadari perlahan tenaga kerja yang biasa di isi masyarakat indonesia mulai di gantikan asing dan aseng sehingga peluang kerja semakin sempit, lapangan kerja pun semakin sedikit.

Tidak hanya itu,  ketika mereka memperkaya diri dengan mengolah SDA kita,  sadarilah bahwa kita yang akan merasakan dampak akibat kerusakan alam yang di sebabkan pengolahan sumber daya alam, Itu masih di sektor industri. Belum lagi sektor teknologi dan berbagai sektor lain.
Terkait dengan tenaga kerja asing, Rendy menjelaskan semakin masyarakat menjadi malas maka semakin mudah mereka bersaing dan mengalahkan masyarakat Indonesia dalam hal mendapatkan pekerjaan atau melakukan bisnis.

Jika dikaji lebih dalam lagi,  masing masing sektor akan mengalami dampak dari maraknya tenaga kerja asing yang datang ke indonesia.

"Sebagai pemuda yang memiliki cita cita besar jayakan indonesia 2045 kita harus memiliki solusi untuk mengatasi hal hal seperti itu.  Salah satu solusi yang saya fikirkan adalah dengan menghapus pola fikir belajar untuk menjadi pekerja dan di ganti dengan belajar untuk membuka lapangan kerja," ujarnya.


Selain itu, generasi penerus perlu terus belajar dan senantiasa melakukan riset. "Terlepas dari itu semua,  faktor utama untuk menghambat tenaga kerja asing adalah melalui jalur penguasa yaitu dengan cara #2019GantiPresiden,"  pungkasnya dengan sumringah.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "KAMMI Medan: Rubah Mental dan Ganti Presiden Solusi Tenaga Kerja "

Post a Comment