KAMMI Medan: Menikah Bukan Hanya Ingin

Iklan Advertisement
Majelissirah.com -Pernikahan pada dasarnya adalah kebutuhan individual dan sosial. Dari pernikahan inilah diharapkan tercipta pondasi bangunan masyarakat yang kuat,  jika pondasinya kuat maka masyarakat yg kuat juga akan tercipta. Maka pernikahan juga harus disiapkan dengan sebaik-baiknya, tidak cukup hanya bermodal "ingin" saja.

Demikian disampaikan Ketua Departemen Pemberdayaan Perempuan Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Kota Medan, Widia Wulandari, Selasa (24/4/2018) di kediamannya di Medan.

Wanita yang merupakan aktifis dan mahasiswi Pascasarjana Unimed ini menilai perempuan sangat berperan dalam membangun peradaban.

Terkait Pernikahan dini sebagai siasat untuk mengeliminasi perzinahan, Widia menilai bahwa seseorang harus punya persiapan spiritual, intelektual, fisik, material dan sosial.

"Islam memang tidak melarang seseorang yang akan melangsungkan pernikahan dengan syarat sudah baligh dan sudah mampu dalam memberikan nafkah baik itu nafkah jasmani maupun rohani.
Nah,  jika seseorang dalam usia dini (dibawah 19 tahun untuk laki-laki,  dibawah 16 tahun untuk perempuan) sudah mampu memenuhi semua itu, punya persiapan yang matang dlm semua aspek nya tidak masalah mereka menikah karena itu lebih baik agar mereka tidak terjerumus dalam perbuatan tidak baik," jelasnya.

Akan tetapi, lanjut Widia, jika melihat fenomena hari ini,  mereka yang menikah di usia dini,  belum sepenuhnya memiliki persiapan dalam aspek-aspek tersebut sehingga malah menimbulkan masalah baru. Padahal salah satu tujuan pernikahan adalah untuk mendapatkan ketrentaman.

"Jadi mengingat mulianya tujuan-tujuanpernikahan tsb, persiapan sebelum pernikahan harus benar-benar matang," ujar wanita yang belum menikah ini. (Hfz)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "KAMMI Medan: Menikah Bukan Hanya Ingin"

Post a Comment