KAMMI Garuda Usil Bahas BBM

Iklan Advertisement
Majelissirah.com - Departemen Kebijakan Publik PK KAMMI Garuda Universitas Negeri Medan melaksanakan kajian bertajuk KAMMI USIL (KAMMI Update Seputar Isu Politik), Rabu (4/4/2018) di Jalan Surga Belakang Masjid Baiturrahman Unimed. Mengangkat tema “BBM Naik, Rakyat Menjerit, Mahasiswa Bertindak” PK KAMMI Garuda mengkaji kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM pada Sabtu (24/2) lalu dan Sabtu (13/1) lalu secara diam-diam.

Mahfuzi Irwan Saragih, M.Pd sebagai pemateri mengatakan, kenaikan harga pertalite dipicu oleh tren menanjaknya harga minyak dunia yang saat ini telah berada diatas US$60 per barel. Sebagai pembanding, tahun lalu rata-rata harga minyak dunia masih dibawah US$60 per barel. “Pemerintah harus segera disadarkan, bahwa kebijakan ini hanya akan memperburuk kondisi perekonomian. Kenaikan harga BBM berdampak buruk pada ekonomi produktif. Daya beli masyarakat akan turun dan secara otomatis sektor ekonomi produktif ikut melemah.”

Saat ini premium bukan lagi bahan bakar subsidi, namun bahan bakar penugasan. Keputusan ini seiring terbitnya Peraturan Presiden 191/2014 tentang pendistribusian dan harga jual BBM. Pasokan premium tidak lagi ditentukan kuotanya melainkan tergantung permintaan SPBU. Jika stock mencukupi, Pertamina akan menyalurkan ke SPBU terkait. Gus Irawan Pasaribu Ketua Komisi VII DPR-RI mengatakan dalam agenda resesnya, “Faktanya sekarang ketahuan yang tidak menyalurkan premium bersubsidi Pertamina sendiri karena realisasi yang harusnya disediakan tidak tersalur efektif. Kenapa premium langka terjawab sudah. Karena disengaja Pertamina.”

Kepala Departemen Kebijakan Publik, Sri Wahdini menanggapi, cara seperti ini berarti memaksa konsumen memakai Pertalite. Padahal di awal dikeluarkannya kebijakan penambahan jenis bahan bakar baru jenis pertalite hanya dijadikan sebagai opsi bagi masyarakat yang ingin menggunakan bahan bakar berkualitas tinggi.

“Pertamina melakukan pembangkangan terhadap perintah negara. Posisi Pertamina sebagai BUMN yang kerja utamanya adalah untuk kesejahteraan rakyat. Bukan berorientasi utama meraih keuntungan untuk perusahaan. Bisa jadi ini adalah salah satu strategi untuk menghapuskan premium,” kesalnya.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "KAMMI Garuda Usil Bahas BBM"

Post a Comment