Ini Kata Emak-Emak dan Aktivis Mahasiswi Jelang Pemilihan Gubernur Sumut

Iklan Advertisement
Majelissirah.com -Menjelang pemilihan Gubernur Sumatera Utara (Pilgubsu) Juni mendatang, kaum perempuan sumut khususnya Medan, tidak mau kalah peran dalam berpartisipasi menyukseskan pesta demokrasi se-Sumut tersebut.

Sri Rezeki, tokoh perempuan dari Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga Partai Keadilan Sejahtera (BPKK PKS) Medan mengatakan, ajang pemilu adalah sebuah kesempatan untuk memilih pemegang tongkat estafet kepemimpinan, tidak terkecuali bagi kalangan perempuan.

“Sangat penting bagi perempuan untuk mengetahui latar belakang calon pemimpin dan karakter pemimpin yang dibutuhkan. BPKK PKS Medan memiliki program khusus bernama ‘Gesit’ (Gerakan Silaturahim) yang menyentuh masyarakat umum, terkhusus ibu-ibu rumah tangga guna sosialisasi pemilu. Mulai dari cara menggunakan hak pilih hingga menentukan pemimpin yang paling cocok. Agenda ini dilaksanakan oleh seluruh Dewan Pimpinan Cabang (DPC). Agenda silaturahim ini diselingi dengan kegiatan lain, seperti senam bersama dan bakti sosial", tuturnya saat dihubungi Kamis, (19/4/2018).

“Ini adalah saatnya bagi kita untuk menentukan nasib Sumut ke depan. Mari kita pilih calon pemimpin yang telah berbuat untuk masyarakat dan umat. Gunakan hak pilih dengan sebaik-baiknya!”, serunya.

Di lain sisi, aktivis mahasiswi KAMMI Medan, Widya Wulandari selaku Ketua Departemen Pemberdayaan Perempuan berpendapat, mahasiswa harus ikut berpartisipasi menggunakan hak pilihnya. Sikap tak acuh terhadap persoalan politik akan membuka peluang bagi mereka yang ‘punya kepentingan lain’ lewat kekuasaan.

“Jadi pemilih yang cerdas. Lihat track-record, keteladanan, dan yang paling penting adalah bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa”, ujarnya.

“Perempuan memiliki kekuatan yang tidak dimiliki oleh laki-laki, yaitu kekuatan mempengaruhi. Gunakan kekuatan ini untuk mengingatkan dan mengajak teman, keluarga, dan warga di lingkungan sekitar kita untuk menggunakan hak pilihnya dan memilih pemimpin yang tepat”.

“Saya berpesan, di era milenial ini media sosial sudah seperti makanan pokok generasi muda. KAMMI Medan senantiasa memanfaatkan media sosial untuk mengedukasi masyarakat, khususnya proses pemilihan yang sebentar lagi akan datang. Mari gunakan hak pilih, say no to money politic. Jangan gadaikan idealisme dengan uang yang tidak seberapa itu”, tambahnya. (Ds)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Ini Kata Emak-Emak dan Aktivis Mahasiswi Jelang Pemilihan Gubernur Sumut"

Post a Comment