Gerak Cepat, MUI Medan Gelar Muzakarah Bahas Puisi Sukmawati

Iklan Advertisement
Majelissirah.com -Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Medan menggelar Muzakarah membahas puisi 'Ibu Indonesia' dari Sukmawati Soekarnoputri yang memicu keresahan ummat Islam, Rabu (4/4/2018) di Aula Gedung MUI Jalan Nusantara Medan.

Acara yang dihadiri oleh Kapolrestabes Kota Medan Kombes Pol Dadang Hartanto, Wakapolda Sumut Brigjen Pol Drs Agus Andrianto, SH, Ketua MUI Kota Medan Prof Dr Mohammad Hatta, pengurus MUI Medan dan puluhan perwakilan dari Ormas Islam.

Dalam penyampaiannya, Ketua Umum MUI Kota Medan Prof Dr H Mohammad Hatta mengutarakan ketersinggungan ummat Islam melihat bait-bait puisi Sukmawati Soekarnoputri.

"Sebagai ummat Islam kita melihat bait bait puisi menyinggung perasaan ummat Islam. Bahkan, gejolak di berbagai daerah terjadi. Saya juga banyak dihubungi agar MUI Medan menanggapi," ujarnya.

Hatta menilai keresahan ini dapat memunculkan sesuatu yang tidak diinginkan ummat Islam. Oleh karena itu, pihaknya segera menyelenggarakan Muzakarah untuk membahas hal ini.

"Saya mengajak Kapolrestabes.  Bapak harus mendengar apa yang disuarakan oleh ummat. Dengan komunikasi ini, kita berharap tidak ada misskomunikasi," ujarnya.

Hatta juga mengingatkan dalam Ilmu Tasawwuf ada yang disebut marah karena Allah dan marah karena syetan.

"Marah karena Allah adalah karena kehormatan diri dan agama Allah diganggu. Kedua-duanya perlu disalurkan ke arah yang benar. Kita adalah ummat terbaik dan ingin menyampaikan sesuatu dengan cara yang terbaik," ujarnya.

Sementara itu, Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dadang Hartanto berharap suasana Sumut terkhusus Medan dapat kondusif.

"Kasus dilaporkan di Polda Metro. Saya mendapat informasi bahwa  kasus ini sudah dalam proses," jelasnya.

Pihaknya berharap apa yang terjadi di Jakarta jangan sampai menjadi permasalahan Kantibmas di Medan.

"Saya mengharapkan bagaimana aktivitas kita di Sumut tidak mengganggu keamanan dan ketertiban atau tidak menimbulkan keresahan terhadap masyarakat lain," pesannya.

Ketua Lembaga Siyasah Syariyah MUI Kota Medan, Dr Abdul Hakim Siagian mengungkapkan bahwa kasus Sukmawati sebenarnya telah mencukupi unsur pidana.

"Meskipun dia menyatakan itu atas nama budayawan tentunya tak semena-mena melecehkan apalagi bait itu identik dengan penistaan," ujarnya.

Setidaknya ada beberapa pasal yang terkena yakniPasal 156a KUHP, Pasal 45A ayat (2) UU No. 19 tahun 2016 dan Pasal 16 UU No 40 tahun 2008. Selain itu, juga mengenai pasal 50 UU no 28 thun 2014 terkait Hak Cipta.

Abdul Hakim mengapresiasi pihak Polrestabes Kota Medan dan Polda Sumut yang hadir dalam Muzakarah MUI Medan ini. "Belum kami laporkan polisi udah jemput sendiri," candanya.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Gerak Cepat, MUI Medan Gelar Muzakarah Bahas Puisi Sukmawati"

Post a Comment