Film Islami Terus Mengalami Perkembangan

Iklan Advertisement
Majelissirah.com -Perkembangan film-film Islami di Indonesia terus mengalami perkembangan. Baik dari segi kualitas produksi , jumlah penontonnya, maupun komunitas membuat film-film Islami. Demikian disampaikan Aktor Pendukung Pria Terbaik Islamic Short Movie Festival (Ismefest) 2018 , Achmad Fadhlan Yazid kepada Majelis Sirah, Senin (16/4/2018).

“Sebut saja Ayat-ayat Cinta 1 pada tahun 2008 yang berhasil menembus angka lebih dari 3,5 juta penonton. Kemudian diikuti setelahnya ada Ketika Cinta bertasbih dengan jumlah penonton jauh di atas 3 juta,” ujarnya.

Mahasiswa tingkat akhir Pascasarjana USU ini menilai di samping kualitas produksinya yang baik karen memang digarap oleh Produser  dan sutradara yang baik pula, cerita di film juga merupakan adaptasi dari novel dengan penjualan terbaik.

“Film Islami yang mengangkat tema sejarah perjuangan kaum agamis di tanah air saat merebut dan  mempertahankan kemerdekaan juga pernah diangkat ke layar lebar seperti  Sang Pencerah & Sang Kiai walau belum mampu mengungguli jumlah penonton Ayat-ayat Cinta & Ketika Cinta Bertasbih. Tapi ini tetap perlu terus dikembangkan,” jelas Alan, panggilan akrabnya.

Film Islami perlu terus dikembangkan, lanjutnya, karena ada banyak sekali sejarah kaum Islamis di tanah air yang layak diangkat ke layar untuk dijadikan pembelajaran sejarah bagi generasi bangsa ini di samping kualitas produksinya juga mesti ditingkatkan bahkan Fadhlan berharap film-film Indonesia bisa sekelas film-film kolosal di luar negeri.

“ Bila kita melihat situs jejaring sosial media berbasis video online YouTube, channel dengan konten film pendek Islami juga semakin bertumbuh dengan cerita yang juga semakin baik. Sebut saja Film Maker Muslim atau buatan anak Medan Fisabilillah Production juga mulai mewarnai sosial media kita hari ini, bahkan mampu untuk menggerakkan perubahan karakter anak-anak muda kita,” ujarnya.
Meski demikian, Alan mengingatkan bahwa jumlah film-film Islami secara agregat masih kalah dibanding dengan film-film umum di tanah air, padahal Indonesia adalah penduduk dengan jumlah muslim terbesar di seluruh dunia.

“Ini yang mesti jadi PR kita bersama. Apa yang ditonton oleh masyarakat kita, sedikit banyaknya mempengaruhi pola berpikir kehidupannya. Maka orang-orang yang sadar akan pengaruh ini tentu akan memanfaatkan media film ini sebagai  penyampai pesan kepada masyarakat kita untuk membentuk pola pikir masyarakat sesuai keinginannya,” pungkas Alan.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Film Islami Terus Mengalami Perkembangan"

Post a Comment