DPRD Kota Medan: Honor Kepling Lambat, Harus Beli Batik Medan Pula!

Iklan Advertisement
Majelissirah.com -Anggota Panitia Khusus Pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Walikota Medan akhir tahun anggaran 2017, Anton Panggabean mempertanyakan nasib ribuan tenaga honorer di Dinas Kebersihan dan Pertamanan serta Kepling Kota Medan yang belum penuh terima gaji selama tiga bulan.

Dengan tidak menerima gaji sesuai jadwal pasti akan menurunkan mutu kualitas kerja. Anggota Fraksi Demokrat DPRD Medan itu menyampaikan hal tersebut dalam rapat di ruang Banggar, Senin (16/4/2018).

“Ribuan tenaga honorer dan Kepling jajaran Pemko Medan belum terima gaji penuh hingga saat ini, ada apa. Apa kas Pemko defisit (kosong),” ujar Anton dalam rapat yang dipimpin Ketua Pansus Rajudin Sagala itu.

Menurut Anton Panggabean, pihaknya mendapat pengaduan, ribuan tenaga honor untuk kebersihan di Kecamatan yang sebelumnya di Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Medan terlambat gajian. Sama halnya Kepala Lingkungan (Kepling) di kota Medan ikut terlambat menerima gaji. Keterlambatan itu, menurut Anton dikhawatirkan berdampak kinerja buruk.

Apalagi sebanyak 2.001 Kepala Lingkungan diharuskan membeli Batik Medan hasil Karya Ketua PKK Kota Medan yang tak lain adalah istri Walikota Medan, Dzulmi Eldin.

“Kasihan para Kepling dipaksa kerja 24 jam tapi gajinya terlambat bahkan dipotong. Belum lagi Kepling dipaksa beli baju batik. Kenapa ada paksaan harus beli baju batik. Begitu juga petugas kebersihan di Kecamatan terkesan tersiksa karena harus menggali parit,” papar Anton seraya menambahkan agar hal tersebut menjadi perhatian serius Pemko Medan.

Menyahuti sorotan dewan, rapat yang dipimpin Ketua Pansus Rajudin Sagala dan wakil Ketua Zulkifli Lubis mengarahkan kepada Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah Pemko Medan Irwan Ritonga SE mengatakan, keterlambatan tersebut bukan lah di pihak keuangan Pemko Medan melainkan di pihak Kecamatan.

Sedangkan masalahah tudingan Kas Pemko disebut kosong tidak lah benar. “Untuk saat ini saja Pemko Medan memiliki kas di bank sebesar Rp 275 M. Kami tidak ada niat memperlambat pembayaran honor. Kami juga butuh informasi kalau ada keterlambatan di SKPD lain,” ujar Irwan.



Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "DPRD Kota Medan: Honor Kepling Lambat, Harus Beli Batik Medan Pula! "

Post a Comment