Beredar Berita Pertemuan dengan Presiden, Ini Klarifikasi Ulama Alumni 212

Iklan Advertisement
Sumber foto: Faktaterkini
Majelissirah.com -Sehubungan dengan beredarnya foto dan kabar  pertemuan  dengan Presiden Jokowi  pada hari Ahad (22/4), Tim 11 Alumni 212 menegaskan bahwa pertemuan tersebut adalah pertemuan yang bersifat tertutup dan tidak dipublikasikan, dan tidak ada wartawan istana yang menyaksikan.

"Pertemuan tersebut bertujuan untuk menyampaikan informasi akurat terkait dengan kasus-kasus kriminalisasi para ulama dan aktivis 212," ujar Ketua tim KH. Drs. Misbahul Anam MA didampingi tim dalam Konfrensi Pers, Rabu (28/4/2018) di Jakarta.

Pertemuan tersebut diharapkan agar Presiden mengambil kebijakan menghentikan kriminalisasi ulama dan aktivis 212 dan mengembalikan hak-hak para ulama dan aktivis 212 korban kriminalisasi  sebagai warga Negara.

Para ulama dari Tim 11 yang hadir menjelaskan bahwa mereka telah menyampaikan berbagai harapan dan penjelasan terkait masalah kriminalisasi ulama dan aktivis 212, secara lugas dan apa adanya, walaupun tetap dengan cara yang santun sebagai tugas amar makruf nahi mungkar kepada Presiden.

Hal tersebut termasuk dalam kategori yang disebut dalam hadits Nabi Saw. "Ketahuilah, jihad yang paling utama adalah mengatakan kata-kata yang benar yang di depan penguasa yang jair," (Musnad Ahmad Juz 17/228).

 Tim yang terdiri dari KH. Drs. Misbahul Anam MA sebagai ketua, KH. Muhammad al Khatthat sebagai sekretaris beserta para anggota yakni KH. Abdurrasyid AS, KH. M. Husni Thamrin, KH. Slamet Ma'arif, S.Ag. MM, KH. A. Shabri Lubis, Ust. HM. Yusuf Martak, Drs. Usamah Hisyam, KH. Abah Raudh, Ust. Nur Sukma dan Ust . Arru Syeif Asadullah itu menyesalkan bocornya foto dan berita tersebut yang ditengarai adanya pihak ketiga yang ingin mengadu domba antara Presiden dan Ulama serta Umat Islam.

"Kami meminta istana mengusut tuntas bocornya foto dan berita tersebut sebagai kelalaian aparat istana yang tidak bisa menjaga rahasia Negara," ujarnya.

Pihaknya menegaskan para ulama dan aktivis  212 yang bertemu dengan Presiden tetap istiqomah dalam perjuangan membela kebenaran dan keadilan, serta melaksanakan amar makruf nahi mungkar, dan tetap mendesak Presiden untuk segera menghentikan kebijakan kriminalisasi terhadap ulama dan aktivis 212.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Beredar Berita Pertemuan dengan Presiden, Ini Klarifikasi Ulama Alumni 212"

Post a Comment