Adanya Kampung Maksiat di Medan Tembung

Iklan Advertisement
Majelissirah.com -Pemasangan spanduk "Selamat Datang di Kampung Maksiat" di depan Jalan Pukat I Kel. Bantan Timur Kecamatan Medan Tembung yang menjadi perbincangan warga Medan. Spanduk yang berisi tulisan silakan mencuri, sex bebas, pesan narkoba dan berjudi ini semakin viral diperbincangkan.

Menurut informasi yang diterima oleh Majelis Sirah, pemasangan spanduk itu dilatarbelakangi Kepala lingkungan yang tidak mendukung warga dalam rangka menciptakan keamanan dan tidak mendukung Gasnadi (gerakan anti narkoba, miras dan judi).

Hal itu terungkap dari pertemuan Antar Warga Jl. Pukat I Kel. Bantan Timur, Kepling XV dan Lurah Kel. Bantan Timur Kec. Medan Tembung perihal hal tersebur, Kamis, (26/4/2018) di Kantor Lurah Jln. Pukat III Kel. Bantan Timur Kec. Medan Tembung.

Oleh karena Warga Jl.Pukat I Kel. Bantan Timur meminta agar pihak Kepling dan Kelurahan untuk membentuk siskamling dengan melibatkan warga yang siap mendukung keamanan bukan yang tidak mendukung keamanan.

Akan tetapi, Pembentukan Siskamling pada hari Minggu tgl 11 April 2018 di Rumah Kepling Jl. Pukat I Gg. Persaudaraan No. 10  tidak ada mengundang warga yang peduli keamanan hanya mengundang warga yang dekat dengan Kepling dan merupakan oknum OKP.

Acara yang dihadiri oleh Lurah Bantan Timur Muara Dongoran, SE, Kanit Intelkam Polsek Percut Seituan IPTU P. Panjaitan, Ferry Nasution (Ketua Gerakan anti Narkoba, Miras dan Judi), H. Ahmad Khoiri Lubis (Ketua Persatuan Tolong Menolong), Abdul Hamid Harahap (Kepling XV Pukat I) dan  Abdul Wahab Lubis (Warga Pukat I) itu menghasilkam keputusan bahwa pihak Kelurahan akan mengadakan pertemuan kembali guna pembentukan Siskamling pada hari Sabtu tgl 28 April 2018 skr pkl 20.30 Wib di Rumah Kepling Jl. Pukat I Gg. Persaudaraan Kel. Bantan Timur.

Secara terpisah, warga Medan yang pernah tinggal di kawasan Bantan Timur, Syafrida menjelaskan awalnya Jalan pukat 1 adalah daerah yang sangat religius karena ada basis NU dan Muhammadiyah.  Cuma sejak tahun 2000 banyak terjadi perubahan yang sangat drastis.

"Berbeda dengan jalan pukat 3, pukat 1 yang rata-ratanya adalah kampung muslim. Awal mula bantan timur berubah adalah dibangunnya Aksara Plaza," ujarnya, Jumat (27/4/2018).

Dahulu namanya adalah jalan mandailing. Karena semua yang tinggal disitu orang bersuku Mandailing. Ada dua masjid di sepanjang jalan pukat 1.

"Paling ujung (dekat irian supermarket sekarang) adalah mesjid orang-orang NU begitu kami menyebutnya dahulu. Dan ditengah ada mesjid muhammadiyah. Jadi kalau kita lihat peta daerah bantan timur memang sebaran muslimnya disitulah yang masih banyak," ujarnya.

Syafrida menjelaskan sejak Aksara ada, itulah awal mula bencana bagi kaum muslimin di sekitar sana. Di antai 5 aksara dulu adalah tempat hiburan. ada wahana permainan anak-anak, ada wahana permainan sepatu roda untuk remaja dan ada tempat dugem.

"Awalnya keberadaan tempat dugem itu tidak berfungsi dengan baik karna banyak masyarakat yang protes. Masa awal reformasi adalah titik mula berubahnya daerah bantan timur. Sebuah etnis yang tadinya minoritas disana berimbang jumlahnya dengan orang-orang pribumi di samping para orang-orang tuanya telah wafat maupun pindah dari daerah tersebut," ujarnya.

Aksara Plaza pun berubah warna menjadi tempat maksiat. Akhir tahun 1999 sampai 2000 akhir terjadi perang antar OKP yang berubah menjadi perang antar kampung pukat 1 dan pukat 3. Inilah awal mulanya perubahan di sana.

"Sisi religius masyarakat mulai hilang banyak yang memilih pergi karna tidak tahan dengan kondisi tersebut. Dan mulailah properti-properti di sana dijual. Pukat 3 ujung barat dan timurnya, orang muslimya bisa di hitung jari dan terjepit di tengah. Pukat 2 ujung timur dan baratnya juga ummat muslimnya juga bisa dihitung jari. Sekarang di ujung barat dan timur pukat 1 juga (mulai)," jelasnya.

Ia mengkhawatirkan hadirnya spanduk tersebut juga merupakan sinyalir sisi religiusitas memang sudah menurun. Namun, jika menilik semangat sindiran lewat spanduk itu, hal tersebut juga merupakan pertanda semangat warga memberantas kejahatan juga masih ada.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Adanya Kampung Maksiat di Medan Tembung"

Post a Comment