Adab Seorang Alim

Iklan Advertisement
Sumber foto: Webmuslimah
Majelissirah.com -Atha' bin Abi Rabah berkata, "Saya akan mendengarkan setiap orangyang menyampaikan ilmu seolah olah saya baru pertama kali mendengarnya, sekalipun sebenarnya apa yang ia sampaikan itu kudengar semenjak orang yang menyampaikan itu belum lahir."

Ini adalah adab sangat muliayang diajarkan oleh seorang tabi'in yang mulia. Beginilah seharusnya seorang muslim berbuat. Disamping menghargai orang yang berbicara, hakikatnya Ia juga menghargai ilmu.

Bisa jadi apa yang disampaikan itu sudah dia hafal dan telah dikuasai lebih hebat daripada orang yang menyampaikan. Namun, dengan ketawadhu'an Allah akan menambahkan penambahan baru dan penjiwaan yang lebih dalam. Selain itu sejatinya ilmu memang butuh pengulangan dan perenungan yang terus menerus.

Nah, diantara musibah yang menimpa cendekiawan, "ustadz", adalah ketika tidak mau lagi mendengar ceramah dan pengajian orang lain. Tak jarang kita temui orang yang bergelar ustadz, enggan mendengarkan ceramah ustadz lain. Entah karena merasa tela menguasai, lebih pintar, atau tak butuh lagi.

Alangkah indah jika melihat seorang ustadz yang menyediakan satu Jum'at dalam tiap bulan untuk tidak khutbah demi mendengarkan nasihat dari orang lain.


Sumber : Zulfi Akmal (Dipikir Sambil Zikir), dengan sedikit pengubahan

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Adab Seorang Alim"

Post a Comment