DPP KAMMI Khatulistiwa: Perempuan Wajib Berpolitik

Iklan Advertisement


Majelissirah.com -Departemen Pemberdayaan Perempuan Pengurus Komisariat KAMMI Khatulistiwa Unimed, Jumat (2/3/2018)  melaksanakan agenda Jalasah Akhwat bertempat di ruang kelas Fakultas Ekonomi Unimed.

Acara yang memang dikhususkan untuk kader perempuan ini, biasa dilaksanakan berjangka waktu beberapa kali dalam sebulan bertujuan untuk memperkuat tali silaturahim serta meningkatkan wawasan kader perempuan, baik dalam bidang ilmu agama, sosial politik, dan lain sebagainya.

Jalasah Akhwat kali ini di isi oleh pemateri Nori Handayani, Kepala Departemen Pemberdayaan Perempuan PK KAMMI Tarbiyah UINSU.

Bertemakan ‘Pilar-Pilar Politik Keakhwatan’ (P3K), pembicaraan tidak jauh-jauh dari hak dan peran politik perempuan dalam Islam.

Nori Handayani selaku pemateri menyampaikan pentingnya kader perempuan untuk melek politik, karena sebagai diin yang menyeluruh dan purna, Islam memiliki pandangan yang khas dalam melihat dan menyelesaikan persoalan perempuan, termasuk dalam memandang bagaimana hakikat politik dan peran politik perempuan di dalam masyarakat.



"Islam memandang bahwa perempuan hakikatnya sama dengan laki-laki, yakni sama-sama sebagai manusia, yang memiliki potensi dasar yang sama berupa akal, naluri dan kebutuhan fisik. Islam memandang bahwa keberadaan perempuan sebagai bagian dari masyarakat menjadikan mereka juga memiliki kewajiban yang sama untuk mewujudkan kesadaran politik pada diri mereka dan masyarakat secara umum," ujarnya.

Inelia Marhamah selaku Kepala Departemen Pemberdayaan Perempuan KAMMI Khatulistiwa, turut menyampaikan pandangannya terhadap permasalahan ini. “Namun juga harus diluruskan, bahwa pengertian politik dalam konsep Islam tidak terbatasi pada masalah kekuasaan dan legislasi saja. Akan tetapi, bahwa esensi peran politik perempuan adalah sebagai bagian dari kewajibannya yang datang dari Allah Swt, sebagai suatu bentuk tanggungjawabnya terhadap masyarakat,” tutur Inelia.

Selain menyampaikan materi pilar-pilar politik keakhwatan, pemateri juga mengajak audiens untuk melakukan simulasi orasi dalam aksi dengan membacakan pernyataan sikap, puisi-puisi perjuangan, serta retorika yang membangkitkan semangat perjuangan.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "DPP KAMMI Khatulistiwa: Perempuan Wajib Berpolitik"

Post a Comment