2018 Tahun Penataan Lingkungan Kota Medan

Iklan Advertisement


Majelissirah.com -Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi membuka membuka  Musyawaran Rencana Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kota Medan 2019 di Hotel Emerald Gerden Medan, Senin (26/3).  Kegiatan ini digelar guna mendapatkan alternatif efektif dalam mengatasi berbagai masalah tantangan pembangunan kota pada masa datang seperti  bidang ekonomi, infrastruktur, pelayanan umum maupun  sosial budaya.

Melalui Musrenbang yang mengusung tema, “Promosi dan Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi Tahun 2918” tersebut,  Wali Kota berharap Pemko Medan dapat memfasilitasi berbagai kegiatan sosial ekonomi masyarakat lebih baik lagi sehingga tumbuh dan berkembang lebih progresif.

Oleh karenanya Wali Kota menaruh harapan besar agar forum Musrenbang yang digelar kali ini, dapat menjadi spirit, jembatan hati sekaligus dorongan serta semangat bagi semua untuk memberikan sumbangan maupun kontribusi lebih nyata lagi dalam pembangunan di ibukota Provinsi Sumatera Utara.

Dihadapan Wakil Wali Kota Medan Ir Akhyar Nasution, Ketua DPRD Medan Henry Jhon Hutagalung, Wakil Ketua DPRD Medan Iswanda Nanda Ramli, unsur Forkopimda Kota Medan, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), camat dan delegasi kecamatan, unsur TP PKK Kota Medan, pimpinan organisasi profesi, ormas dan organisasi kepemudaan lainnya, Wali Kota mengatakan, pertumbuhan ekonomi merupakan indikator yang cukup penting dalam mengukur perekonomian daerah.

Tahun 2016 ungkap Wali Kota, kinerja ekonomi Kota Medan tumbuh dnegan cukup baik dimana pertumbuhan ekonomi mencapai 6,27 persen, PDRB  Kota Medan mencapai Rp.186 miliar lebih dan PDRB perkapita sebesar Rp.82,76 juta. Meski demikian tegas Wali kota, kinerja perekonomian harus terus ditingkatkan lagi  di tahun-tahun mendatang.

Wali Kota memaparkan, tahun 2018, Pemko Medan sudah menetapkan sebagai  Tahun Penataan Lingkungan Perkotaan. Untuk itu seluruh infrastruktur kota harus terbangun dan tertata dengan baik sehingga dapat menjadi stimulus bagi sektor swasta  berinvestasi guna mendorong pertumbuhan perekonomian kota.

Mantan Wakil Wali Kota dan Sekda Kota Medan itu lebih jauh menjelaskan,  proses perencanaan kota tahun 2019 merupakan tahun kedua bagi Pemko Medan dalam menggunakan aplikasi E-Planning. Melalui aplikasi itu membuktikan bahwa proses perencanaan pembangunan kota dapat berjalan secara partisipatif, transparan dan akuntabel.

Selanjutnya guna mewujudkan Medan sebagai kota masa depan yang berfungsi sebagai pusat jasa perdagangan, keuangan serta industri yang semakin maju dan berkembang, Wali Kota menegaskan, diperlukan tekad bulat bersama. Di samping itu juga diperlukan kerja keras dengan dukungan Pemerintah Provinsi Sumut maupun Pusat.

Di penghujung sambutannya, Wali Kota mengajak semua untuk terus meningkatkan pemasaran daerah guna mendorong promosi dan akselerasi pertumbuhan ekonomi di Kota Medan. Hal itu penting dilakukan agar arus kunjungan semakin besar ke Kota Medan, baik sebagai tujuan berlibur, berinvestasi, belajar maupun berobat secara regional.

“Insya Allah ini bisa diwujudkan jika kita semua selalu membangun kebersamaan, satu semangat dan semua senantiasa berpartisipasi dalam pembangunan kota. Kita harus memiliki satu spirit baru untuk  membangun kota yang kita cintai ini menjadi lebih baik ke depannya. Jadi mari kita berikan saran dan masukan yang bernas guna pemutakhiran RPKD Kota Medan tahun 2019 nantinya,” pungkasnya.

 Sebelumnya, Ketua DPRD Medan Henry Jhon Hutagalung dalam sambutannya, berharap agar  dalam setiap Musrenbag diprioritaskan anggaran untuk UMKM. Dengan dmeikian kehidupan pelaku UMKM di Kota Medan semakin meningkat. “Peningkatan ini tentunya akan mendorong pertumbuhan ekonomi di kota Medan,” ujar Henry Jhon.

Politisi dari PDI Perjuangan itu pun mendukung keinginan Pemko Medan untuk membuka pintu investasi selebar-lebarnya bagi para investor. Salah satu upaya untuk mendukung itu, Henry Jhon minta agar segala bentuk perizinan di Kota Medan dipermudah. Dia yakin jika perizinan dipermudah, para investor akan banyak datang untuk berinvestasi di Kota Medan.

Sedangkan Kepala Bappeda Kota Medan Wirya Al Rahman dalam laporannya menjelaskan, Musrenbang RKPD 2019 merupakan tahapan penting dalam siklus pembangunan kota. Dikatakannya, Musrenbang sebagai wadah konsultasi dan partisipasi publik bagi segenap pemangku kepentingan kota guna mendapatkan alternatif-alternatif solusi efektif mengatasi berbagai masalah pembangunan kota.                                            

Menurut Wirya, Musrenbang ini dihadiri sekitar 500 peserta yang merupakan perwakilan stakeholder pembangunan kota yang terdiri dari Forkopimda, delegasi kecamatan, nara sumber, unsur OPD Kota Medan, perguruan tinggi, BUMN/BUMD dan sektor swasta PKK, organisasi profesi dan sosial kemasyarakatan serta pemerhati pembangunan.

“Melalui Musrenbang  yang akan berlangsung  selama 3 hari ini, kita berharap juga dapat menjadi wadah untuk melakukan pembahasan secara konsultatif dan sederajat, guna membangun kepekatan terhadap Rancangan RKPD Kota Medan tahun 2019,” harap Wirya.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "2018 Tahun Penataan Lingkungan Kota Medan"

Post a Comment