Waw! KAMMI Sumut Jerat Jokowi

Iklan Advertisement


Majelissirah.com -Bertepatan dengan Internasional Hijab Days, Kesatuan aksi mahasiswa muslim Indonesia (KAMMI) Sumut melaksanakan aksi dengan tajuk jeritan rakyat untuk Jokowi (Jerat Jokowi), Rabu (14/2/2018).

Adapun Isu-isu yang diusung dalam tajuk jerat jokowi ini antara lain yaitu menolak impor beras, selamatkan Asmat dari gizi buruk yang melanda, menolak DwiFungsi Polri, hentikan kriminalisasi ulama, serta menolak Permendikti Ormawa.

Dalam orasinya, Ketua KAMMI Sumut Mangaraja Harahap S.Pdi M.Si menyampaikan ada keanehan dalam kebijakan impor beras yang dilakukan oleh pemerintahan Jokowi.



"Di tengah kondisi panen raya dan banyaknya daerah yang swasembada beras, dalam kondisi itu pula jokowi melalui Kementrian perdagangan Enggartiasto Lukita melakukan impor beras dengan jumlah yang tidak main-main mencapai 500. 000 ton," jelasnya.

Selain itu Mangaraja juga menyampaikan bahwa Enggartiasto Lukita dalam Permendagri yang dikeluarkan no. 1 2018 jelas-jelas terlihat menyalahi aturan perundangan-undangan dan menabrak peraturan-peraturan eksport import .

KAMMI dengan tegas menuntut untuk tolak impor beras dan pecat menteri perdagangan tersebut.

Sementara itu, Koordinator Lapangan Pengadilan Munthe menyampaikan bahwa tidak hanya masalah impor beras, salah satu masalah yang cukup pelik saat ini yaitu kondisi gizi buruk di Asmat, di tengah habisnya sumber daya alam bumi Papua dikeruk dan penganggaran yang besar untuk pembangunan infrastruktur di Papua namun justru kondisi Asmat masih tertimpa gizi buruk yang kondisinya sangat akut.

"Anggaran besar untuk siapa?," Ujarnya dalam orasi yang begitu bersemangat.

Selain itu, Ketua KAMMI Merah Putih Ridwan Pamungkas menyampaikan selain masalah gizi buruk dan impor beras terdapat juga masalah mencoba kembali menghidupkan dwifungsi ABRI gaya baru dalam bentuk dwifungsi Polri dimana terdapat dua daerah yang Gubernurnya akan di Pjskan oleh Perwira Tinggi  yaitu gubernur Sumatera Utara dan Gubernur Jawa Barat.

"Ini tidak bisa dimaafkan, karena jelas-jelas rezim ini mencoba kembali menghidupkan luka lama," ujarnya dengan nada bergetar menahan kemarahan.

Dalam aksi yang dimulai dari Lapangan Merdeka menuju ke kantor DPRD Sumut itu peserta aksi juga melakukan jalan jongkok sebagai bentuk protes dan ketidakberdayaan atas rezim ini, dimana kebenaran dipalsukan dan kepalsuan justru dianggap kebenaran.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Waw! KAMMI Sumut Jerat Jokowi"

Post a Comment