Suci Dalam Debu

Iklan Advertisement


Majelissirah.com - Terkadang, kemuliaan seseorang tertutupi karena beragam intrik, fitnah dan fanatisme. Padahal, bisajadi mereka tidak tahu menahu dan tidak terlibat atas apa yang terjadi. Diantara contohnya adalah Nabi Isa as. Beliau adalah salah satu rasul pilihan, diberi kitab, berstatus ulul azmi dan menjadi tanda dekatnya hari kiamat. Sekian masa berlalu, sebagian kalangan berlebihan dalam menempatkan posisinya, hingga memberinya gelar Anak Allah. Perilaku mereka tidak membuat kita benci kepada Nabi Isa. Bahkan kita pun memiliki misi mulia untjk menjelaskan siapa Nani Isa yang sesungguhnya.

Contoh lain adalah Ali bin Abu Thalib ra. Beliau adalah orang kedua yang masuk islam, beriman sejak kecil, dibina langsung oleh Nabi Muhammad saw dirumahnya, veteran perang badar, ahli jihad, orator ulung, dikabarkan sebagai salah satu shahabat yang masuk surga dan termasuk orang yang dicintai Allah dan rasul-Nya. Lalu setelah sekian waktu berlalu, ada segolongan manusia yang memujanya berlebihan. Namun sikap mereka tidak mengurangi keutamaannya dan tidak membuat kita jadi benci dengan Ali bin Abu Thalib ra. Kita tetap memuliakannya sesuai dengan keutamaan yang dimilikinya.

Contoh lain adalah Imam Husain bin Ali ra. Baik Imam Hasan dan Imam Husain, keduanya termasuk ahli bait nabi, cucu rasulullah, ahli ilmu dan ahli jihad, sangat dermawan, pemersatu dan duta damai umat serta pemimpin para pemuda di surga. Setelah sekian waktu berlalu, ada sebagian kaum yang memujanya dengan sangat berlebihan. Namun, sikap mereka sama sekali tidak mengurangi keutamaannya dan tidak membuat kita jadi benci kepadanya. Kita tetap memuliakannya, meneladaninya serta mendoakan beragam kebaikan kepadanya.

Diantara 9 capres yang diusung oleh PKS, ada sosok Ust Anis Matta, Lc. Beliau sudah membersamai kita sejak kelahiran PK, mendampingi dimasa damai dengan beragam rumusan dan stretegi serta memimpin dimasa genting. Konstrubisnya sangat besar kepada kita. Sosok orator ulung, ahli strategi, ilmunya luas, pengobar semangat, penebar inspirasi. Sekian masa berlalu, lalu ada sebagian pihak yang agak berlebihan dalam memposisikan dirinya. Namun sikap mereka tidak selayaknya membuat kita jadi benci kepadanya. Kita tetap memuliakannya, sesuai dengan kadar keutamaan yang dimilikinya.

Presiden Soekarno pernah mengatakan bahwa "Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa - jasa para pahlawannya". Mari tunjukkan dan praktekkan sikap itu pada diri jama'ah kita, dengan tetap menghormati dan memuliakan mereka yang telah banyak berjasa dan berkontribusi bagi perjalanan dakwah PK/PKS di Indonesia.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Suci Dalam Debu"

Post a Comment