Salman: Kota Medan Selangkah di Depan Saudi, Akan Tetapi..

Iklan Advertisement
Majelissirah.com - Komite Nasional Pengendalian Tembakau Saudi tengah menggodok aturan tentang sanksi bagi para perokok  yang merokok yang sembarangan di tempat-tempat umum. Bagi mereka yang melanggar, Arab Saudi akan mengenakan denda hingga 1.300 USD (Sekitar Rp18 juta).



Tidak hanya denda, Arab Saudi dalam tahapan berikutnya akan menyediakan klinik keliling untuk mengobati para perokok dalam kebijakan baru negeri kaya minyak tersebut mengenai tembakau, lansir Alarabiya, Rabu (7/2/2018) sebagaimana dikutip Eramuslim.

Sanksi yang dikenakan untuk asupan tembakau meliputi penggunaan rokok, cerutu, pipa, jig, shisha, atau cara lain untuk menikmati tembakau.

Peraturan tersebut juga akan menjatuhkan hukuman kepada siapapun yang dinyatakan bersalah melakukan usaha pembuatan produk tembakau dan turunannya di Arab Saudi. Peraturan baru akan melarang merokok di tempat umum seperti di lingkungan masjid, fasilitas pendidikan, kesehatan, olahraga, budaya, tempat sosial dan amal, perusahaan, institusi, badan, pabrik, bank dan sejenisnya.

Terkait hal tersebut, Anggota DPRD Kota Medan Salman Alfarisi menjelaskan sebenarnya Kota Medan telah beberapa langkah di depan Arab Saudi. Hal itu dengan adanya Perda Kawasan Tanpa Rokok (KTR).

"Akan tetapi, kurang adanya keseriusan dalam menerapkannya dalam kehidupan. Itu terbukti dengan masih banyaknya orang yang merokok di tempat umum," ujarnya, Jumat (9/2/2018).

Ia juga mengajak warga Medan terutama  Pemerintah  untuk serius menerapkan peraturan yang jelas jelas sudah disahkan beberapa tahun yang lalu.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Salman: Kota Medan Selangkah di Depan Saudi, Akan Tetapi.. "

Post a Comment