PKS Rembug & Ngaji Budaya, Catatan Ustadz Salman

Iklan Advertisement


Majelissirah.com - Biasanya acara ini disebut pertemuan aleg nasional tapi malah kata "rembug" yang sudah melekat di kalangan orang jawa itu kali ini jadi branding PKS secara nasional, dari Jogjakarta untuk Indonesia.

Ngaji juga adalah branding PKS. Karena kader PKS adalah kader yang suka 'ngaji' tapi dalam  kegiatan kali ini malah disandingkan dengan #ngajibudayaPKS. Saya terkesan dan berkesimpulan bahwa PKS ingin menitipkan pesan  bahwa agama & budaya adalah dua sisi yang mestinya saling bersinergi. Budaya adalah realita sedangkan agama adalah tuntunan utama. Ketika berbenturan antara budaya dan agama maka tugas ulama dan bangsa mengambil sikap yang arif dan bijaksana.

Seingat saya hajatan nasional sudah beberapa kali diselenggarakan di Jogjakarta ini. Kali ini, PKS benar-benar ingin membawa pesan-pesan Jogja ini ke seluruh indonesia. Pesan kebersahajaan, pesan kesederhanaan, pesan saling menjaga ketentraman hati sesama, pesan saling asah-asih-asuh dan pesan saling menjaga kata & perbuatan.

Di Jogja tidak begitu banyak gedung-gedung pencakar langit seperti kota-kota besar lain. Tidak pula ada jalan-jalan tol yang membelah kota. Suasananya sejuk meski tidak jauh dari pantai. Tidak bising karena di Jogja pantang bicara keras-keras seperti di Jakarta apa lagi di medan. Ah. Pokoknya adem lah. Alunan gamelan, lirik & lembutnya tembang jawa menampilkan pesan sabar & tegas dalam kata & sikap sehari-hari penduduknya.

Tapi saya harus tetap kembali ke medan. Tentunya banyak pesan-pesan positif Jogjakarta ini yang harus mewarnai kota Medan.

#PKSuntukIndonesia

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "PKS Rembug & Ngaji Budaya, Catatan Ustadz Salman"

Post a Comment