Ketua Forum Dai Asia Tenggara Isi Tabligh Akbar Labuhanbatu, Apa Pesannya?

Iklan Advertisement


Majelissirah.com -Jaringan Pemuda Remaja Masjid Indonesia (JPRMI) Labuhanbatu menggelorakan semangat perjuangan dan kebangkitan umat
dengan menggelar Tabligh Akbar, Ahad malam (18/2/2018) dengan menghadirkan Ketua Forum Dai Asia Tenggara, Ustadz Sofyan Saha.

Tabligh Akbar yang digelar di Masjid Baitul Muhsinin Perisai itu dirangkai dengan kegiatan penggalangan dana untuk kapal kemanusiaan Palestina.

Ketua BKM Masjid Baitul Muhsinin diwakili Sekretaris BKM Harry Mutasar Hasibuan, STP menyampaikan dalam sambutannya bahwa masjid Baitul Muhsinin terbuka untuk kegiatan-kegiatan keagamaan.

"Target kami masjid kami menjadi sentral kegiatan umat, contohnya sekarang ini pengajian dimasjid ini untuk umum ada 4 kali seminggu untuk remaja masjid 2 kali seminggu dan ditambah lagi kegiatan dari adik-adikJPRMI. Ini menandakan bahwa masjid kami masih menjadi salah satu tujuan dan sentral Kebangkitan umat," ujarnya.

Ketua JPRMI Labuhanbatu Maniso, ST dalam sambutannya mengatakan bahwa perjuangan dan Kebangkitan umat bermula dari masjid, kalau masjid sudah dijadikan sentral kegiatan InsyaAllah umat islam mulai generasi tua dan generasi muda saling mengisi niat dan cita-cita menjadi terwujud.

"Terkait palestina kenapa kita selalu membuat kegiatan penggalangan dana untuk Palestina, dalam pembukaan UUD 1945 “bahwa penjajahan diatas dunia harus di hapuskan karena tidak sesuai dengan prikemanusian dan prikeadilan” Palestina adalah negara satu-satunya yang masih dijajah dan palestina adalah negara yang mengakui kemerdekaan Indonesia," ungkap Maniso.

Al Ustadz Dr. H. Sofyan Saha, Lc, MA tausyiah menyampaikan bahwa Indonesia adalah negara yang subur, negara yang mempunyai potensi SDM mempuni, Islam adalah mayoritas di negara ini.

"Seharusnya ini menjadi potensi bagi kita semua agar menjadi kekuatan besar disektor global dan menjadi bagian terpenting dikawasan Asia Tenggara," ujarnya.

Selain itu, Sofyan Saha juga menuturkan negara Palestina tahun 1945 masih mempunyai kawasan yang penuh masuk pada tahun 1948 separuh tanah Palestina sudah dikuasai oleh Yahudi Israel.

"Ketika saya berkunjung Kepalestinaan dalam agenda kunjungan organisasi internasional dalam diskusikan saya menanyakan kepada para pemuda yang ada di Palestina. Pertanyaan kenapa tanah Palestina sudah mayoritas sudah dikuasai oleh Israel para pemuda menjawab bahwa ayah nenek kakek kami menjualin tanah mereka kepada yahudi Israel dengan harga mahal dan mereka tidak mengetahui efek dari semua ini yaitu penguasaan kawasan Palestina," ujar dosen UIN Sumut itu.

Oleh karena itu, Sofyan mengingatkan agar warga sama-sama kita jaga tanah Indonesia.

"Jika ingin menjual jual lah dengan Masyarakat islam juga.
Saya memberikan contoh lagi negara Spanyol dan Portugal dahulu negara ini adalah negara dengan mayoritas islam 98%, sekarang kita lihat islam musnah di negara itu ini juga sama seperti Palestina nenek moyang mereka menjuali tanah kepada yang tidak seakidah," jelasnya.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Ketua Forum Dai Asia Tenggara Isi Tabligh Akbar Labuhanbatu, Apa Pesannya?"

Post a Comment