Irwan Prayitno, Asli Jagoan Bukan Pencitraan

Iklan Advertisement


Majelissirah.com -Gubernur Sumatera Barat, Prof. Dr. H. Irwan Prayitno, Psi.,M.Sc memang keren habis. Dirinya adalah kombinasi unik, dunianya benar – benar penuh warna. Bayangkan saja, pada saat yang bersamaan beliau adalah seorang ustadz (penceramah), pemimpin (gubernur), tokoh adat (bergelar Datuak Rajo Bandaro Basa) dosen, psikolog, penulis, crosser (klub Trabas Sumbar 1), musisi (drumer) sekaligus Karateka. Tak ayal, Irwan Prayitno menjadi salah satu ikon Pemimpin Zaman Now yang penuh prestasi dan digandrungi generasi milenial.

Karate adalah salah satu seni beladiri yang berasal dari Jepang, selain Aikido, Kempo, Kendo, Judo, Jujitsu dan Ninjitsu. Bagi para pecinta film, tentu kita tahu bahwa Steven Seagal adalah pemegang sabuk hitam Aikido dan Jean Claude Van Damme adalah pemegang sabuk hitam Karate. Dalam salah satu testimoninya, bintang laga Bruce Lee menggambarkan perbedaan antara Karate dengan Kungfu dengan mengatakan bahwa “Karate itu seperti keras seperti besi sedangkan Kungfu itu lembut seperti air”.

Sebenarnya, Sumatra Barat juga memiliki ilmu beladiri khas, yakni Silat (Silek) Harimau. Namun ternyata, Irwan Prayitno lebih gandrung dengan teknik beladiri Karate. Beliau gandrung dengan karate sejak kecil. Selain untuk menjaga kebugaran fisik, juga dimaksudkan sebagai sarana pertahanan diri. Beliau mengasah kemampuannya ditengah berbagai rutinitas dan aktivitasnya. Hingga akhirnya, pada 29 Oktober 2016 beliau berhasil menyabet sabuk hitam Dan VI sekaligus diangkat menjadi Dewan Guru PB Inkanas.

Sebagian pihak seringkali khawatir kepada orang yang belajar seni beladiri, yakni menyulut agresifitas, memancing keributan, menambah musuh, berbuat onar dan hal – hal negatif lainnya. Bahwa ada master beladiri yang menggunakan ilmunya untuk hal yang negatif, memang tidak bisa dipungkiri. Namun banyak juga yang menggunakan ilmu beladiri untuk tujuan yang positif, seperti berolahraga, meraih prestasi, menjalin persaudaraan, membela diri, menolong orang lemah, membangun kedisiplinan dll. Jadi tidak perlu khawatir jika ada seorang pejabat dan/atau pemimpin yang memiliki kapasitas sebagai master beladiri.

Melihat kisah perjalanan hidupnya, capaian yang diperoleh serta prestasi yang diraih oleh Irwan Prayitno, sedikit banyak ada pengaruh dari seni beladiri yang dimilikinya. Daya juang, kedisiplinan, dedikasi, kerja keras, semangat pantang menyerah dll yang dipelajarinya dalam beladiri karate, telah menyatu dan terejawantahkan secara nyata dalam karakter pribadi dan pekerjaan yang digelutinya. Begitulah salah satu pengaruh besar seni beladiri. Karena seni beladiri bukan hanya gerakan fisik, tapi juga memiliki nilai filosofis didalamnya.

Irwan Prayitno adalah sosok jagoan dalam arti yang sebenarnya. Baik saat bertanding diatas matras, maupun saat berjuang dalam kehidupan nyata.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Irwan Prayitno, Asli Jagoan Bukan Pencitraan"

Post a Comment