Wasekjen MUI Tuntut Kapolri Minta Maaf

Iklan Advertisement
Majelissirah.com - Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Islam (MUI) Tengku Zulkarnain meminta Kepala Kepolisian RI Jenderal Tito meminta maaf terkait dengan pidatonya soal ormas Islam.


Sebelumnya, viral di media sosial pernyataan Kapolri Jendral Polisi Tito Karnavian yang isinya hanya NU dan Muhammadiyah yang mendirikan bangsa ini.  Sedangkan rganisasi Islam lain, hanya ingin merontokkan negara Indonesia.

“Sikap dan pengetahuan Anda (Tito) tentang hal Ini sangat mengecewakan. Ada banyak Ormas Islam di luar NU dan Muhammadiyah yang ikut berjuang mati-matian melawan penjajah di seluruh wilayah Indonesia dari Aceh sampai Halmahera,” kata Zulkarnain.

KH Tengku Zulkarnain menuntut Tito mencabut pernyataannya, sebab ucapan itu menyakiti ummat bahwa seolah hanya menganggap Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah sebagai ormas Islam yang layak didukung karena berjasa pada Indonesia serta pro-Pancasila.

Ia juga menolak rencana Tito Karnavian yang akan menemui sejumlah organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam.

“Enggak perlu berbalik mengumpulkan orang. Kalau dikumpulkan, nanti seolah-olah saya yang salah, lebih gentlemen minta maaf,” kata Zulkarnain ketika dihubungi pada Selasa, (30/1/2018) rilis CNN sebagaimana dimuat Islampos.

Selain itu, pakar Sejarah Indonesia, Ahmad Mansur Suryanegara juga mengkritik keras pernyataan Kapolri Jendral Polisi Tito Karnavian.

Menurut Guru Besar Sejarah Universitas Padjadjaran ini, hadirnya Indonesia itu hasil komunikasi Bung Karno ke banyak tokoh agama. Tidak terkecuali berbagai tokoh umat Islam dari berbagai pergerakan sejak sebelum kemerdekaan.

"Jadi bukan hanya NU dan Muhammadiyah, ada Sarekat Islam yang melahirkan banyak tokoh intelektual, Ahmad Hasan dari Persis ketika Bung Karno di Ende dan Tokoh PII yang sebelumnya tergabung dalam Jong Islamieten Bond," ungkap Mansur, Selasa (30/1/2018) lansir Republika.

Penulis buku 'Api Sejarah' ini memaparkan sosok Mohammad Natsir yang kemudian menjadi Perdana Menteri ke lima Presiden Soekarno itu adalah tokoh PII (Pergerakan Islam Indonesia), yang ia juga pernah sebagai Jong Islamieten Bond dan juga pimpinan Persatuan Islam (Persis). Dari sosok Mohammad Natsir itulah terminologi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) muncul.

"NU dan Muhammadiyah berperan besar tapi sangat salah kalau kemudian menyebut hanya dua itu dan yang lain dianggap ingin merontokkan negara," tegasnya.


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Wasekjen MUI Tuntut Kapolri Minta Maaf"

Post a Comment