Sahabat, Bagaimana Jika Rasulullah Dibunuh?

Iklan Advertisement
Majelissirah.com -

Oleh: Qosim Nursheha Dzulhadi

Sahabatku, pernahkah kalian bayangkan jika dulu Rasulullah Saw gagal lakukan Hijrah ke Madinah Munawwarah? Apa agamamu saat ini? Yakinkan engkau kenal Allah? Dapatkah engkau bedakan mana  haq dan mana bathil? Dan lainnya.

Saudaraku! Sebenarnya, sejak kecil Rasulullah sudah jadi sasaran pembunuhan. Ya, sejak kecil. Sejak awal kelahirannya.

Halimah, salah seorang ibu susu beliau punya kisah penting. Bahwa setiap kali beliau melewati sekelompok Yahudi dan menceritakan keadaan Nabi Muhammad, mereka berdiri dan memerintahkan untuk membunuh beliau.

Dan setiap kali beliau menampakkan Sang Nabi kepada para “orang pintar” di pasar-pasar, mereka sontak berteriak, “Bunuh anak ini!” Jika tidak, dia yang pasti akan membunuh kalian dan menghancurkan berhala-berhala kalian. Dan, dia akan mengalahkan kalian!”

Halimah pun ketika melewati sekelompok Yahudi berkata,
“Tidakkah kalian ingin tahu tentang anakku ini? Ibu mengandugnya seperti ini. Lalu melahirkannya dalam keadaan begini. Ketika melahirkannya, sang ibunda melihat hal-hal demikian.”

Halimah menceritakan kepada sekelompok Yahudi itu segala hal yang dia dengar dari Aminah, ibunda Nabi. Dan semuanya dia nisbahkan kepada dirinya. Seolah-olah Halimah sendiri yang melahirkan Nabi.

Lalu, orang Yahudi saling tengo antara satu dengan lainnya, lalu berkata, “Bunuh dia!” Mereka kemudian bertanya, “Apakah dia yatim?” Halimah menjawab, “Tidak! Ini bapaknya (dia tunjuk suaminya) dan aku ibunya.”

Orang Yahudi itu pun lalu berkata, “Jika, dia yatim, maka kami akan membunuhnya!” Mereka ingin membunuhnya Nabi karena mereka tahu bahwa tanda kenabian beliau adalah yatim.

Masih dari Halimah. Pernah suatu ketika dia masuk ke Pasar Ukaz, pasar di masa Jahiliyah. Letaknya antara Tha’if dan Nakhlah, satu tempat yang sangat dikenal.

Biasanya orang-orang Arab jika ingin berangkat Haji, berdiam di pasar ini pada bulan Syawwal. Di pasar ini mereka saling-berbangga, mebacakan bait-bait syair mereka, dan melakukan transaksi.

Nah, sesampainya Halimah di pasar ini, salah seorang Kahin (dukun) melihat Nabi. Lalu dia berseru, “Hai orang-orang Ukaz, kemarilah! Bunuh anak ini! Dia punya kekuasaan!

Lalu Halimah membawa Nabi menjauhi dari pasar itu dan Allah pun menyelamatkannya. (📚🖋Syekh Muhammad Ridha (w.1468 H/1949 M), *Muhammad Rasulullah* (Jakarta: Dar al-Kutub al-lslamiyyah, 1433 H/2012 M), hlm. 38
_________
Lihatlah, sahabatku yang tercinta! Bagaimana menurutmu jika sejak kecil Nabi dibunuh?

Namun Allah memang sudah pilih beliau jadi nabi-Nya, jadi rasul-Nya, bahkan jadi kekasih-Nya. Apakah rela seorang kekasih membiarkan kekasihnya dibunuh orang lain? Tidak! Sekali-kali tidak!  Kalla wa alfu kalla!

Karena kata guru kita yang mulia, as-Sayyid Muhammad ibn ‘Alawi al-Maliki al-Hasani al-Makki, penjagaan dan pemeliharaan plus perlindungan Allah terhadap Nabi begitu sempurna. Beliau tidak dibiarkan memiliki kekurangan, terjaga dari syubhat, selamat dari musuh, setan, dan perilaku yang menyalahi aturan Allah*. (📙✒as-Sayyid Muhammad ibn ‘Alawi al-Maliki al-Hasani al-Makki, *Muhammad al-lnsan al-Kamil* (Surabaya: Hai’ah as-Shafwah al-Malikiyyah, hlm. 73-84
__________
Alhamdulillah, segala puji hanya milik-Mu. Engkau anugerahkan kekasih-Mu kepada kami.

Engkau sebut dia sebagai nabi dari kalangan kami sebagai minnah (karunia agung). Karena beliau akhirnya dapat membacakan ayat-ayat-Mu kepada kami, mensucikan jiwa kami, mengajarkan Al-Quran kami, dan mengajarkan sunnah untuk kami (Qs. Al ‘Imran: 164).

Ya Rabb, kami merindukannya, kamu mencintainya. Meskipun kami tahu diri, bisa jadi Cinta kami bercampur dusta. Rindu kami bisa saja tak sempurna.

Ya Allah, nabi-Mu pernah berkata: أنت مع من أحببت Engkau bersama orang yang engkau cintai. Maka, kumpulkan kami dengan Sang Nabi, Muhammad al-Musthafa.


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Sahabat, Bagaimana Jika Rasulullah Dibunuh? "

Post a Comment