Gelar Sarasehan Gerakan, KAMMI Medan Bahas Impor Beras

Iklan Advertisement
Majelissirah.com -Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia Kota Medan mengadakan sarasehan gerakan, Sabtu (20/1/2018) di Sekretariat KAMMI MEDAN Jl. Santun No. 21 MEDAN.



Kegiatan rutin dari Departemen Kebijakan Publik itu mengambil tema 'Impor Beras untuk Siapa?. Sarasehan yang berbentuk diskusi itu setidaknya dihadiri kader KAMMI Sekota Medan.

Pemantik diskusi,  Ajuan Ritonga S.P M.Si banyak menyampaikan fakta-fakta dan data-data yang tak terduga. Dalam pemaparannya, Skenario impor beras ini menjadi sebuah lumbung untuk mengeruk keuntungan ditengah jeritan rakyat yang kelaparan.

Pemerintah melalui Presiden Jokowi pernah menyampaikan dalam harian tempo 26 Desember 2014 bahwa Indonesia akan dibuatnya mengalami swasembada pangan, hal selaras juga pernah dituturkan oleh Amran Sulaiman Selaku Menteri Pertanian mendeklarasikan Indonesia Swasembada Empat komoditas pangan pada akhir 2017 diantara 4 komoditas pangan tersebut salah satunya yaitu beras, dikutip dari harian merdeka 10 November 2017.

"Namun jauh panggang dari pada api saat Indonesia akan panen raya,  pemerintah justru Indonesia mengimpor beras dengan jumlah yang tak main-main sebesar 500.000 ton,"jelasnya.

Lebih jauh lagi, Ia menyampaikan bahwa impor beras ini sangat jelas sekali mengarah kepada menguntungkan korporasi dan golongan tertentu, dimana peraturan ekspor impor yang diatur dalam peraturan terdahulu di kerdilkan dengan mengeluarkan peraturan menteri perdagangan no.1 tahun 2018, selain melanggar peraturan regulasi ekspor impor tutur beliau, regulasi menteri perdagangan tersebut juga melanggar inpres No.5 Tahun 2015 tentang kebijakan pengadaan beras dimana dalam diktum ke 7 Inpres Nomor 5 Tahun 2015 menetapkan bahwa pengadaan beras dari Luar Negeri dilakukan oleh BULOG, maka dari perspektif hukum Permendag No.1 /2018 dapat dikatakan batal demi hukum.

Selain pelanggaran tersebut, Ajuan dalam pemaparannya juga menyampaikan bahwa akan banyak tebar komisi dalam proses distribusi barang yang terjadi dimulai dari negara asal sampai ke masyarakat, sehingga kondisi seperti ini akan banyak memancing para spekulan-spekulan, yang menyebabkan argumentasi Mendagri mengimpor beras demi menekan inflasi dapat terbantahkan

Selain berkaitan dengan realitas tersebut diakhir sesinya beliau juga menyoroti banyaknya informasi tentang dinas Permendagri dan pertanian yang datanya sangat tidak terbuka, padahal keterbukaan informasi publik dijamin undang-undang.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Gelar Sarasehan Gerakan, KAMMI Medan Bahas Impor Beras"

Post a Comment