Dokter Ade: Debu Sinabung Bukan Debu Biasa

Iklan Advertisement
Majelissirah.com -

Debu Gunung Sinabung bukan debu biasa sehingga masyarakat tidak boleh sepele. Meskipun bermanfaat buat pertanian tetapi debu tersebut harus diwaspadai demi kesehatan.



Demikian disampaikan Ketua Bulan Sabit Merah indonesia (BSMI) Sumut, dr Nuryunita Nainggolan Sp. P (K) kepada masyarakat di sela-sela Safari Kemanusiaan di Masjid Nurul Islam, Tiganderket, Kabupaten Karo, Sabtu (30/12/2017).

"Hasil Letusan Gunung Berapi terdiri dari Gas Vulkanik, Lava, Lahar, Abu Letusan abu vulkanik, awan panas yang dapat berbahaya bagi kesehatan," ujar Konsultan Paru-paru di RS Pirngadi itu.

Berdasarkan sampel debu Sinabung yang diambil dari Desa Naman, Sukanalu, Berastepu, Sibintun, Guru Kinayan, Payung bahwa debu vulkanik sinabung mengandung Silika bebas sebesar 84,72%.

"Silika adalah bahan utama dari semen.  Sementara semen saja mengandung hanya 10-25%," ujarnya.



Dokter yang akrab disapa Ade ini menerangkan ada dampak jangka pendek dan panjang dari. Dampak jangka pendek abu vulkanik ialah bagi paru, kulit dan mata. Untuk paru akan terkena serangan asma dan bronkitis. Sedangkan mata akan mengalami iritasi.

"Sedangkan dampak jangka panjang yakni silikosis. Paru paru mengeras. Yang membuat sesak napas. Selain silikosis debu dapat menyebabkan TBC," ujarnya.

Oleh karena itu, ia mengajak masyarakat agar menjaga kesehatan seperti menutup pintu dan jendela saat erupsi gunung sinabung maupun menggunakan masker secara benar.

Kegiatan Safari kemanusiaan BSMI kali ini diikuti ratusan masyarakat dari 13 desa sekitar. Ada 135 peserta khitanan massal yang 11 diantaranya berusia dewasa.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Dokter Ade: Debu Sinabung Bukan Debu Biasa"

Post a Comment