Ini Cara Rasulullah SAW Melakukan Personal Branding

Ini Cara Rasulullaw SAW Melakukan Personal Branding
Majelissirah.com - “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu uswatun hasanah (suri teladan yang baik) bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.” [QS. Al-Ahzaab: 21]

Bahkan Ummul Mukminin ‘Aisyah Radhiyallahu ‘Anha ketika ditanya oleh sahabat Hisyam bin Amir Radhiyallahu ‘Anhu tentang bagaimana akhlak Rasulullah, maka ‘Aisyah berkata: “Bukankah engkau sering membaca Al-Qur’an?”, beliau menjawab: “Ya”, ‘Aisyah berkata: “Akhlak Rasulullah adalah Al-Qur’an”.  (H.R. Muslim).

Hal ini menandakan bahwa Personal Branding telah dikenal dalam Islam, yaitu melalui Nabi Muhammad SAW.

Bagaimana sulitnya “musuh-musuh” Rasulullah SAW ketika berkumpul dan mencari cara menghancurkan nama baik Muhammad lewat word of mouth yang menjelek-jelekkan (fitnah). Ketika ada usulan untuk menyebar isu bahwa Nabi Muhammad adalah pembohong kemudian ditentang oleh yang lain. Bagaimana mungkin dituduh pembohong, sejak kecil Nabi Muhammad dikenal tidak pernah berbohong sampai diberi gelar Al-Amin (dapat dipercaya).
  
Usulan kedua, yaitu dengan menyebar isu bahwa Muhammad seorang penyihir. Usulan tersebut ditentang lagi oleh yang lain karena Muhammad tidak pernah meniup buhul-buhul sebagaimana yang dilakukan para penyihir pada waktu itu. Akhirnya disepakati bahwa mereka akan menyebar isu bahwa Muhammad adalah orang gila tetapi isu itu tidak bertahan lama karena memang tidak terbukti. Masyarakat tidak akan selamanya bisa dibodohi. Betapa kuatnya brand Muhammad di mata masyarakat sehingga tidak seorangpun bisa mengubah kekuatan branding Nabi Muhammad SAW.
  
Pada usianya yang menginjak 25 tahun, Muhammad muda telah banyak melakukan perjalanan dagang dan sebagian besarnya dengan membawa nama Khadijah, seorang pengusaha yang cukup disegani pada waktu itu. Setelah beberapa kali melakukan transaksi dagang dengan Muhammad, akhirnya Khadijah tertarik dengan kepribadian Muhammad yang kemudian menikah dan menjadi pasangan suami istri. Sebelumnya Muhammad kerap kali berdagang dengan menggunakan modal yang diberikan oleh orang-orang kaya dan anak-anak yatim yang tidak mampu menjalankan usahanya sendiri. Dengan bermodalkan kepercayaan, sikap jujur dan integritasnya.
  
Dengan beberapa kisah perjalanan Nabi Muhammad SAW diatas, Jelas bahwa Muhammad SAW telah mencetak personal branding yang kuat sebagai pengusaha yang profesional dan jujur. Selain orang-orang yang menginvestasikan harta mereka, banyak juga orang-orang yang mempunyai uang lebih, kemudian menitipkannya pada Muhammad SAW dan diambil lagi ketika pemilik uang tersebut membutuhkannya. [ms]

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Ini Cara Rasulullah SAW Melakukan Personal Branding"

Post a Comment