Inilah Peran Penting Khadijah Kepada Rasulullah SAW

Iklan Advertisement
Inilah Peran Penting Khadijah Kepada Rasulullah SAW
Majelissirah.com - Khadijah adalah cinta sejati rasulullah. Darinya, Nabi Muhammad SAW memperoleh keturunan. Khadijah adalah manusia pertama yang beriman atas kenabian Muhammad SAW. Khadijah memberikan seluruh harta, waktu, tenaga dan pikiran untuk perjuangan suaminya mendakwahkan islam.

Khadijah memiliki peran yang sangat penting dalam perjalanan dakwah rasulullah. Khususnya dakwah periode Makkah. Apa dan bagaimana peranan khadijah diawal masa turunnya wahyu?

Pertama, Menenangkan
 
Sesaat setelah menerima wahyu, Nabi Muhammad saw langsung pulang ke rumah. Dia berlari dari gua Hira dengan kondisi jiwa yang terguncang. Maklum, beliau baru pertama kali bertemu dengan malaikat jibril.

Khadijah bingung dan cemas dengan apa yang dialami oleh Muhammad, suaminya. Namun, dia segera menenangkan hati suaminya yang tengah gundah dengan berkata : “Tenanglah wahai suamiku. Allah tidak akan menyia-nyiakanmu”.

Dalam kehidupan rumah tangga, seringkali suami atau istri mengalami peristiwa yang membuat pikirannya kalut dan jiwanya tergoncang. Mungkin karena mengalami musibah, kecelakaan, penipuan, kegagalan, kebangkrutan dll. Disinilah peran pasangan untuk menjadi pelipur lara dengan memberikan perkataan yang menenangkan hati.

Seorang istri harus bisa menjadi tempat pelarian pertama saat suaminya tengah gundah gulana. Karena istri adalah penyejuk mata dan penenang hati, sebagaimana tergambar dalam do’a ‘ibadurrahman “Rabbanaa hablanaa min azwajinaa wa dzurriyyaatinaa qurrata a’yun”

Kedua, Mencari Petunjuk
 
Sebagaimana kaum quraisy pada umumnya, Khadijah juga tidak paham dengan persoalan kenabian. Khadijah berinisiatif mengajak suaminya kepada Waraqah bin Naufal. Waraqah terhitung masih kerabat Khadijah. Dia ikut hadir saat pernikahannya dengan Muhammad dan bahkan ikut memberikan sambutan.

Waraqah bin Naufal adalah orangtua yang buta. Namun dia mempelajari dan paham dengan kitab – kitab samawi. Setelah mendengarkan dengan seksama penuturan Muhammad dan bertanya beberapa hal, maka Waraqah bin Naufal berkata : “Yang datang kepadamu adalah Namus Akbar (Malaikat Jibril) sebagaimana pernah datang kepada Musa. Andaikan aku masih hidup saat kaummu mengusirmu, niscaya aku akan membela dengan sekuat tenaga”.

Langkah Khadijah sangat tepat. Dia membawa Muhammad suaminya kepada orang yang berilmu, sehingga diberi jawaban yang tepat. Apa jadinya jika saat itu Khadijah membawa Muhammad kepada seorang dukun, paranormal atau “orang tua” sebagaimana kebiasaan orang zaman sekarang? Tindakan khadijah ini sesuai dengan firman Allah “Fas-aluu ahladz-dzikri, inkuntum laa ta’lamuun”

Ketiga, Menguji
 
Meskipun sudah mendapatkan penjelasan dari Waraqah bin Naufal, kadang Nabi Muhammad masih menyimpan sedikit keraguan : “Benarkah yang datang kepadanya adalah malaikat, bukan jin atau setan?”.

Perasaan seperti ini wajar, mengingat nabi Muhammad belum mengetahui hakekat yang sebenarnya. Dan orang – orang shaleh biasanya memang cenderung khawatir terperangkap tipu daya setan. Lain dengan orang fasik yang cenderung berbangga jika mengalami peristiwa yang bernuansa mistis.

Khadijah bermaksud menguji tentang siapa makhluk yang mendatangi suaminya. Dia berpesan kepada Muhammad suaminya “Jika nanti shabatmu (malaikat Jibril) datang, tolong aku dikabari”.

Suatu ketika, Nabi Muhammad memberitahu bahwa dia melihat malaikat Jibril tengah berada dirumahnya. Khadijah lalu mendekat kepada suaminya dan bertanya : “Apakah shahabatmu masih disini?” Muhammad menjawab : “Dia masih disini”.

Khadijah lalu membuka kerudungnya dan menyingkap sedikit auratnya, lalu kembali bertanya : “Apakah shahabatmu masih disini?”” Muhammad menjawab : “Dia sudah pergi”. Khadijah lalu tersenyum bahagia dan berkata : “Berbahagialah wahai suamiku, sesungguhnya yang datang kepadamu memang malaikat bukan setan”.

Khadijah adalah orang yang dewasa dan berilmu. Dia paham bahwa setan sangat senang dengan aurat yang terbuka. Karena itu, dia melakukan ujian sederhana untuk meyakinkan Muhammad suaminya tentang siapa sosok shahabatnya itu.

Membuka aurat adalah salah satu senjata setan dan iblis yang sangat efektif dalam menyesatkan manusia. Allah berpesan kepada kita semua “Yaa banii aadam, laa yaftinannakumusy syaithaan kamaa akhraja abawaikum minal jannah, yanzi’u ‘anhumaa libaasahumaa liyuriyahumaa sau-aatihumaa”

Karena itu, jika seseorang mendapatkan bisikan gaib sedang disekitarnya ada aurat yang terbuka atau berbagai perbuatan dosa dan maksiat, maka dipastikan yang datang kepadanya adalah jin dan setan, bukan malaikat. Inilah konsep ujian dari Khadijah.

Khatimah
 
Inilah diantara peran besar seorang Khadijah kepada rasulullah saw. Sungguh beruntung jika kita memiliki pendamping hidup seperti Khadijah. “Allohumma allif bainahuma kama allafa baina rasulullah wa khadijatul kubra” Amin. [ms]

*Eko Jun

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Inilah Peran Penting Khadijah Kepada Rasulullah SAW"

Post a Comment