Memaknai Hari Guru "Guru Kencing Berdiri, Murid Kencing Sambil Menari"

Iklan Advertisement
Memaknai Hari Guru "Guru Kencing Berdiri, Murid Kencing Sambil Menari"
Majelissirah.com - Seperti hari-hari lainnya, Hari Guru hanyalah euforia-euforia yang kurang memberi makna, meskipun ada. Yah, sekedar untuk mengenang jasa guru atau sekedar utk mengingat bahwa diantara sekian banyak manusia ada orang yg bersedia menjadi guru..

Setelah itu, yah guru hanya guru dan tetaplah sebagai guru....
Saya adalah seorang guru tapi malu untuk mengakuinya karena belum ada yg mampu saya lakukan untuk meningkatkan kualitas iman, ibadah dan akhlak bagi orang-orang yang menganggap saya guru.....

Sahabat pasti juga ada yang berprofesi sebagai guru. Semoga anda mampu menjadi guru yang sesungguhnya. Saya pun berharap bisa seperti itu....!!!

Banyak guru - pada hari ini - merasa guru tapi hanya sekedar mengajar bukan mendidik. Hanya ta'lim (tadris). bukan tarbiyah (takwin)...

Ta'lim (mengajar) hanyalah upaya mentransfer materi pelajaran kedalam otak anak didik...
Tarbiyah adalah upaya untuk membentuk (takwin) karakter yang kuat dan mulia pd anak didik, bukan sekedar utk berprestasi dalam menguasai materi pelajaran tapi juga agar cerdas imannya, cerdas ibadahnya dan cerdas etikanya.....
Semua itu akan tercapai jika dalam praktiknya guru memposisikan diri sebagai uswah (teladan) dan qudwah (panutan)...

Sayangnya, masih banyak guru yg memperlihatkan arogansi bukan kasih sayang. Ada pula guru yg merokok dihadapan muridnya, sesuatu yg sangat disayangkan bisa terjadi !!!

Dahulu ada pepatah mengatakan "Guru kencing berdiri, murid kencing berlari". Kalau guru berbuat satu kesalahan, murid akan berbuat 2 kesalahan.

Tapi sekarang pepatahnya saya ganti "Guru kencing berdiri, murid kencing sambil menari-nari". Artinya, guru berbuat 1 kesalahan, murid tidak hanya berbuat kesalahan tapi bangga melakukannya dihadapan gurunya"...
Ungkapan lain mengatakan "Guru adalah orang yang digugu dan ditiru". Itulah keteladanan yg bersifat alami bukan sekedar pencitraan dihadapan murid-muridnya...

Ada guru, disekolah menutup aurat tapi diluar sekolah jilbabnya ditinggal.
Ada guru, disekolah tidak merokok tapi diluar sekolah - bukan hanya sekedar merokok - juga mengkonsumsi narkoba...

Ada guru, disekolah mengajarkan keimanan, tapi ternyata suka berdukun.
Ada guru, disekolah tampil sebagai teladan tapi ternyata buronan...
Jika guru tidak mampu meninggalkan kebiasaan merokok, jangan coba marahi murid yg bandel. Sebab dia tahu, antara dirinya dan gurunya punya satu kebiasaan yg sama !!!

Wahai diriku dan para guru-guru...
Meskipun hari ini profesimu sangat penting dan strategis bersabarlah dalam menantikan kesejahteraan...
Penghargaan manusia, termasuk institusi pemerintahan maupun sekolah tempatmu mengajar belum ada atau belum maksimal, bersabarlah !!!

Akan ada hari, dimana engkau akan memanen hasil disaat orang lain menderita kesusahan....
Engkau akan meraih cahaya dalam kegelapan..
Engkau akan dituntun saat orang lain merangkak kesusahan...
Engkau akan mendapat singgasana disaat orang lain disiksa..
Asalkan engkau ikhlas mengajarkan ilmu-mu pada orang lain...

Sepanjang zaman engkau akan mendapatkan kebahagian dalam kesunyian dan kesendirianmu dalam kuburan, saat para muridmu mengamalkan ilmu yg engkau ajarkan dan disaat mereka terus berdoa untukmu...
Teruslah mengajar tapi jangan lupa belajar...

Guru tetaplah manusia yg punya kekurangan, maka tingkatkan ilmu-mu agar lebih berkembang sejalan dgn zaman dan kemajuan...

Selamat Hari Guru, Meskipun Setiap Hari adalah Harimu...

By. Musdar Bustamam Tambusai

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Memaknai Hari Guru "Guru Kencing Berdiri, Murid Kencing Sambil Menari""

Post a Comment