Hebat ! Jika Tersangka Kerusuhan Tolikara Tak Dibebaskan, Shalat Idul Adha Tidak Dijamin

Iklan Advertisement
Hebat ! Jika Tersangka Kerusuhan Tolikara Tak Dibebaskan, Shalat Idul Adha Tidak Dijamin
Majelissirah.com - Gereja Injili di Indonesia (GIDI) meminta tersangka kerusuhan Tolikara saat Idul Fitri dibebaskan. Jika tidak, shalat Idul Adha tidak bisa dijamin bisa dilaksanakan di Tolikara. Hal itu diungkap oleh Ketua Komite Umat (KOMAT) untuk Tolikara, Ustadz Bachtiar Nasir.

Menurut Ustadz Bachtiar, permintaan itu disampaikan oleh GIDI saat pertemuan antara Menko Polhukam Luhut Pandjaitan, GIDI dan Muslim Tolikara.

“Memang ada pertemuan antara Menko Polhukam, GIDI, dan Muslim Tolikara. Dalam pertemuan itu, GIDI menuntut tiga hal,” kata Ustaz kelahiran 26 Juni 1967 itu seperti dikutip Republika, Ahad (6/9/2015).

Salah satu di antara tiga tuntutan GIDI tersebut adalah pembebasan dua orang tersangka kerusuhan Tolikara. Jika tak dibebaskan, shalat Idul Adha tak bisa dijamin bisa dilaksanakan di Tolikara. Namun, tuntutan itu ditolak Menko Polhukam yang menegaskan bahwa tersangka tetap harus dihukum sesuai dengan aturan hukum di Indonesia.

Bersamadakwah mencoba menghubungi GIDI melalui telepon kantor pusat (0967) 591291 untuk mengkonfirmasi pernyataan tersebut. Namun hingga berita ini diturunkan belum ada jawaban.

Seperti diketahui, pada Idul Fitri 1 Syawal 1436 H bertepatan dengan 17 Juli 2015, sebuah kerusuhan meletus di Tolikara. Segerombolan massa GIDI mengamuk hingga membuat jamaah shalat Idul Fitri bubar. Tak hanya melempar, mereka juga melakukan pembakaran. Dilaporkan, Masjid Baitul Muttaqin serta puluhan rumah dan kios habis terbakar. [Majelissirah/Bersamadakwah]

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Hebat ! Jika Tersangka Kerusuhan Tolikara Tak Dibebaskan, Shalat Idul Adha Tidak Dijamin"

Post a Comment