Syahwat Media Terhadap Syahwat Korupsi Hasilkan Syahwat Anti Syariah

Iklan Advertisement
Cara berfikir ‘Syahwat media’ terhadap 'Syahwat Korupsi' hasilkan "syahwat anti syariah"
Majelissirah.com - Jika media mempersoalkan poligami Gatot sesungguhnya adalah pandangan ini jelas merendahkan Islam dan perempuan, khas pandangan sekuler-kapitalis yang menganggap perempuan harus menjadi komoditi pemberitaan media.

Lihatlah dalam pemberitaan, beberapa media sekuler sebut Istri Gatot 'muda' yang menjadi saksi. Trus kalau evi susanti itu usia lebih tua - dari istri pertamanya, apa kemudian rela media sebut istri tua? 'Istri muda' itu sebutan tendensius media.

Memakai gamis hijau dan jilbab hitam, untuk sebutan evi susanti seakan ingin mempertegas bahwa inilah wanita muslimah itu – padahal dengan berita yang sudah menyertakan foto saja pembaca sudah tau bahwa tuh Istri sudah pakai kerudung dengar warna hitam.

Memang benar bahwa syahwat korupsi agaknya tak jauh-jauh dari pemenuhan syahwat (maaf) farji. Ingat fathonah Bayangkan, dengan limpahan milyaran rupiah yang begitu mudah didapat, Fathanah tentu tanpa kendala menjerat perempuan jelita.bahkan menyeret perempuan-perempuan seksi itu. ada 40 orang yang diduga menerima aliran dana Fathanah,

Hal ini memang karena Kebanyakan perempuan masa kini telah tercuci otaknya oleh gaya hidup sekuler yang serba materialistis, hedonis, konsumtif dan permisif - tapi fair dan profesionallah dalam memberitakan apa yang harus di beritakan.

Berhentilah media lecehkan wanita, Jangan mengulik mendetaili wilayah privacy. Apalagi masyarakat memang senang dengan isu-isu seksi seperti ini. padahal ini isu basi tak bergizi. Mungkin media harus tau betapa nikmat dan bahagianya poligami. Huh...
[Facebook Bara Lubis]

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Syahwat Media Terhadap Syahwat Korupsi Hasilkan Syahwat Anti Syariah "

Post a Comment