Hanya 18 Persen Mahasiswa Baru di Aceh Yang Bisa Membaca Al-Qur'an

Iklan Advertisement
Hanya 18 Persen Mahasiswa Baru di Aceh Yang Bisa Membaca Al-Qur'an
Majelissirah.com - Kemampuan membaca Al-Qur’an lulusan SMA di Aceh mengundang banyak pertanyaan banyak pihak. Rektor Unsyaih Prof.Dr.Ir Samsul Rizal MEng mengatakan bahwa 82 persen mahasiswa yang baru masuk Unsyiah tidak mampu membaca Al-Qur’an.

“Hanya 18 persen yang bisa membaca Al-Qur’an dengan baik atau lulus iqra’ 6.” kata Rektor Unsyiah dalam silaturahim Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Unsyiah di Gedung AAC Dayan Dawood, Darussalam, Banda Aceh, Senin (27/7) seperti dilansir harian Aceh.

Rektor membeberkan data itu di hadapan Gubernur Aceh Zaini Abdullah. Hadir pula Kajati Aceh, Tarmizi, Kapolda Aceh Irjen Pol Husein Hamidi dan Ketua IKA Unsyiah Sulaiman Abda. Diakuinya, memang mahasiswa baru Unsyiah itu ada yang berasal dari luar Aceh.

Namun, kata Rektor Unsyiah, jumlah mahasiswa yang dari Aceh jauh lebih banyak.

“Sebanyak 80 persen mahasiswa Unsyiah itu datang dari seluruh pelosok Aceh. Hanya 20 persen dari Aceh.” timpal Samsul Rizal.

Rektor Unsyiah itu mengajak semua pihak untuk mengevaluasi kembali keefektifan program-program yang pernah dicanangkan Pemerintah Aceh dan kabupaten/kota seperti program Mengaji Bakda Maghrib.

“Saya bisa tunjukkan kabupaten mana yang lulus (baca Quran) kurang dari 10 persen,” kata Samsul. Samsul berharap wartawan tak menulis pernyataan yang disampaikan secara terbuka itu.

“Ini aib bagi kita.” ucapnya.

Tentu kabar ini mengundang komentar warga Aceh di dunia maya.

“Kalau bisa yang mau sidang seharusnya di tes baca Al Quran juga (bagi yang muslim) jangan hanya TOEFL saja yang menjadi syarat dan juga sekaligus pembuktian hasil belajar UP3AI selama di Unsyiah,” tulis Ammar Muyassar dari laman Aceh.  

[Paramuda/ BersamaDakwah]

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Hanya 18 Persen Mahasiswa Baru di Aceh Yang Bisa Membaca Al-Qur'an"

Post a Comment